Hati-hati, Tujuh Murid SDN di Tasikmalaya Keracunan Jajanan “Ciki Ngebul’

Selasa, 15 November 2022 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Tujuh murid disalah satu sekolah negeri di kabupaten Tasikmalaya diduga keracunan jajanan ciki ngebul (Cikbul)

Diketahui, ketujuh murid Sekolah Dasar Negeri 2 Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat keracunan setelah menkonsumsi makanan/jajanan berjenis Ciki Ngebul (Cikbul ) Selasa (15/11/2022).

Ketujuh siswa SDN 2 Ciawang mengalami mual, muntah, begah perut usai mengkonsumsi jajanan sekolah jenis camilan kue kering berbahan dasar makanan ringan yang dipadukan dengan nitrogen sehingga mengeluarkan asap .

Kapolsek Leuwisari membenarkan kejadian tersebut,” kami turun ke lokasi setelah mendapat laporan,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, salah satu dari ketujuh siswa yang beli jenis makanan cikbul, lalu ke enam temannya mencicipi , setelah menkonsumsi ketujuh siswa merasa mual sampai muntah ada tujuh siswa,” kata IPTU Dudung Supriatna, di lokasi kejadian.

Para korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Leuwisari. Seorang di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum SMC. Korban yang di rawat di IGD SMC bernama Ihsan kelas 6 SDN Ciawang.

Korban mengaku baru pertama kali membeli jajanan cikbul. Dia membeli cikbul sebelum masuk sekolah pada pukul 07.30 WIB. Makanan kemudian dicicipi teman-temannya.

“Pagi-pagi saya membeli jajan itu dan baru pertama kali. Pas siangnya langsung mual, pusing, muntah,” ujar salah satu siswa.

Sementara, orang tua korban Wiwin (30) dirinya mengetahui anaknya keracunan saat sedang di rumah. Sang anak sempat muntah dan diduga terdapat darah dalam bekas muntahannya.

“Ya saya kaget, tapi alhamdulilah kondisinya mulai membaik. Tadi sempat muntah ada darah,” jelas Wiwin

Sementara saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. (Sn)

Loading

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru