Diduga Beracun, Tujuh Warga Selaawi Garut Keracunan Jamur Liar

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Sebanyak tujuh warga Kecamatan Selaawi mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi jamur liar yang diduga beracun.

Para korban, yang terdiri dari anak-anak hingga remaja, dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Selaawi pada Kamis (30/1) dini hari.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, insiden ini bermula ketika seorang warga menemukan jamur liar berwarna hitam kebiruan di bekas pohon kelapa pada Rabu (29/1) pagi.

Jamur tersebut kemudian dimasak oleh ibu korban dan disantap oleh tujuh anaknya pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB.

Tak lama setelah mengonsumsi jamur tersebut, para korban mengalami gejala mual, muntah hebat, nyeri ulu hati, dan kelemahan tubuh.

Sekitar pukul 23.00 WIB, mereka mulai menunjukkan tanda-tanda muntah kemerahan, sehingga langsung dilarikan ke Puskesmas Selaawi untuk mendapatkan penanganan medis.

Adapun ketujuh korban yang dirawat adalah K (7 tahun), S (8 tahun), R (12 tahun), H (11 tahun), A (13 tahun), L (15 tahun) dan R (22 tahun).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani mengatakan, seluruh korban telah mendapatkan perawatan intensif, termasuk pemberian cairan infus untuk rehidrasi serta obat-obatan simptomatis.

“Alhamdulillah, kondisi mereka kini berangsur membaik,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kabupaten Garut akan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya konsumsi jamur liar yang tidak diketahui jenisnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat sosialisasi terkait keamanan pangan, terutama di daerah pedesaan yang masih mengandalkan bahan makanan alami tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

“Kasus ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan yang aman dikonsumsi. Kami juga akan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memastikan tidak ada kasus serupa di kemudian hari,” pungkas Leli.

Dinkes Garut mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi bahan makanan dari alam, khususnya jamur liar, yang dapat berisiko tinggi menyebabkan keracunan.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Rutan Jakpus dan LBH Kamselindo Sosialisasi KUHP Baru untuk Warga Binaan
Anggota DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Bantu Warga Korban Rumah Ambruk di Pelutan
Karang Taruna Kota Tasikmalaya Mengkritik Pelibatan Pemuda dalam Agenda Publik
Izin Jual Obat di Minimarket dan KDMP: Di Mana Hak Apoteker?
Kepala KUA Malangbong Perkuat Sinergitas dengan Insan Pers, Pelayanan Publik Tuai Apresiasi
Soal Dugaan Afiliasi Anggota DPRD, GPI Tuntut Legalitas Penggalian PT Agatha Grup
Hari Santri Tanpa GP Ansor, Pemkot Tasik Disentil: Kami Santri Mbah Hasyim, Bukan Santri Kekuasaan!
Momentum HSN 2026, Ketua Indoboxing Laga Inau Minta Pemuda Teladani Semangat Perjuangan Santri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Rutan Jakpus dan LBH Kamselindo Sosialisasi KUHP Baru untuk Warga Binaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Anggota DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Bantu Warga Korban Rumah Ambruk di Pelutan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Karang Taruna Kota Tasikmalaya Mengkritik Pelibatan Pemuda dalam Agenda Publik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Izin Jual Obat di Minimarket dan KDMP: Di Mana Hak Apoteker?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Kepala KUA Malangbong Perkuat Sinergitas dengan Insan Pers, Pelayanan Publik Tuai Apresiasi

Berita Terbaru

Ilustrasi

Barito Timur

Izin Jual Obat di Minimarket dan KDMP: Di Mana Hak Apoteker?

Rabu, 21 Okt 2026 - 17:39 WIB