Pasalnya, dalam acara perumusan segala usulan program untuk tahun 2026 tidak dihadiri dari unsur DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (08/01/2025).
Padahal, mereka yang notabene penyambung Aspirasi masyarakat memegang anggaran dengan dana reses, ataupun kebijakan dalam hal menggunakan pokok pikiran (Pokir) yang bisa dirasakan manfaatkan masyarakat.
Deden Royani SE Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Bantarsari sangat menyayangkan ketidakhadiran yang terhormat anggota legislatif dari dapil satu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya, padahal Musrenbang ini dirasa sangat penting untuk pemetaan bantuan Pokir dewan,” jelas Deden.
Dirinya juga menilai, masyarakat kurang antusias menghadiri acara Musrenbang. Padahal Deden kerap mengingatkan masyarakat agar hadir untuk menentukan usulan tahun 2026
“Musrenbang kali ini didominasi para kader, tapi RT/ RW kurang antusias, tokoh masyarakat, agama banyak yang tidak hadir. Bahkan Gapoktan, MUI, UPTD KB, UPTD pendidikan yang berada di lingkungan kelurahan tidak menghadiri, apakah tidak diundang…?,” cetus Deden.
Sementara itu, Sodik Sunandi Camat Bungursari menyebut, Lurah Bantarsari selaku penanggung jawab/panitia penyelenggara sudah mengundang anggota DPRD yang terhormat dapil 1.
“Tapi kami memaklumi karena kesibukan daripada anggota dewan, biasanya ketidakhadiran dewan menghadiri ke dapil yang lainnya,” kata Sodik.
Pihaknya sangat memaklumi, paling tidak berharap kepada anggota dewan yang terhormat untuk lebih memperhatikan Bungursari.
“Pokirnya cobalah lebih besar ke Bungursari, agar kegiatan penggunaan fisik ataupun pemberdayaan di Bungursari tetap terbangun,” harapnya.
Ada lima isu strategis di Kota Tasikmalaya, tentang masalah kemiskinan, stunting, pengolah sampah masalah pengangguran dan inflasi ketahanan pangan.
“Setidaknya (dalam Musrenbang, red), memang keterkaitan masih ke arah sana dan Alhamdulillah, masalah stunting kemarin bahu membahu semua stakeholder, tokoh masyarakat yang ada di wilayah Bungursari sudah sedikit melandai,” jelasnya.
Yanuar Yoan Nugraha Lurah Bantarsari menjelaskan, Musrenbang hari ini untuk penajaman usulan dari para RT RW, nanti dipilih 30 usulan diantaranya 10 kegiatan sarana prasarana, 10 pemberdayaan dan 10 dari APBD Kota Tasikmalaya. Kemudian hasilnya nanti di bawa ke tingkat kecamatan.
“Kami sudah mengundang semua unsur RT, RW,LPM, DMI MUI, Karang Taruna, kader posyandu, karena mereka yang mengusulkan dan berharap semuanya bisa hadir,” ungkap Yanuar.
Dijelaskan, ada beberapa usulan yang sudah masuk dari 16 RW ada 5 RT dan RW yang belum masuk,” nanti saya tunggu sampai hari ini/besok ada juga usulan yang baru masuk,” tuturnya.
Lurah Bantarsari ingin usulan yang masuk adalah skala prioritas, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan pembangunan fisik maupun pemberdayaan bisa meningkat.
“Kita masih dengan 4 program tematik, stunting, inflasi kemiskinan, pengangguran ada juga terkait sampah. Jadi musrenbang hari ini sesuai selaras dengan yang disebutkan,” tandas Lurah Bantarsari.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan