FPI Tasikmalaya Tuntut Pemerintah Hentikan PIK 2, Tangkap Oknum Cukong Oligarki 

Rabu, 19 Februari 2025 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Isu PSN (Proyek Strategis Nasional) pada pembangunan PIK (Pantai Indah Kapuk) 2 menjadi perbincangan nasional, bahkan menuai reaksi kontra dari sejumlah organisasi masyarakat.

Salah satunya Front Persatuan Islam (FPI) Tasikmalaya yang menuntut pemerintah meninjau ulang dan membatalkan proyek tersebut.

Ustadz Yanyan Albayani selaku ketua DPW FPI pasca Audiens dengan pihak DPRD Kota Tasikmalaya. Selasa (17/02/2025) meminta pemerintah menangkap oknum pejabat yang menyalahgunakan kewenangannya.

“Karena oknum cukong ini banyak menabrak aturan aturan yang ada untuk meluruskan program oligarki, karena PIK 2 lebih bermanfaat untuk oligarki daripada untuk masyarakat sendiri,” kata Ustadz Yanyan Albayani.

Mega Proyek PIK 2 kini menjadi benar benar sebuah polemik di negeri ini, menuai berbagai tanggapan bahkan ormas Islam FPI sendiri melakukan gerakan nasional secara serentak di hari kamis, 18 Februari 2025 untuk menyuarakan aspirasi terkait dengan Proyek Strategis Nasional, salah satunya DPW FPI Kota Tasikmalaya.

Ustadz Yanyan menyebut, secara jarak memang PIK berada di luar kota Tasikmalaya, tetapi ini adalah PSN Proyek Strategis Nasional.

“FPI tidak cukup hanya memikirkan tentang wilayahnya termasuk kota Tasikmalaya, tapi lebih memikirkan tentang rakyat dan negara secara nasional dan audiensi ini juga se-Indonesia,” tegasnya.

Ustadz Yanyan berharap apa yang menjadi penyampaian dalam audiensi tersebut bisa secepatnya di sampaikan oleh pihak DPRD Kota Tasikmalaya ke DPR RI dan Presiden.

“Kita akan tunggu bukti tertulis dari apa yang kami sampaikan dari pihak DPRD Kota Tasikmalaya dari ke pusat,” pungkasnya

 

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dari Hobi Sederhana Kini Mendunia, MQ Art Bamboo Karya Lokal Bogor Tembus Pasar Internasional
Bupati Pakpak Bharat Serahkan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Falah Sukaramai 
Bom Kompetensi di Makassar: 3 Wartawan Enrekang Tembus UKW, 1 Naik ke Jenjang Utama!
Outing Class ke Kodim 0612/Tasikmalaya, Anak-Anak PAUD Roushotul HarissyahBelajar Cinta Tanah Air
Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di Desa Pangkan Kian Memanas, Warga Tantang Kadis PUPR Tunjukkan Lokasi Proyek 2025
Tak Tinggal Diam, Ini 3 Langkah Strategis Kuasa Hukum Usai Praperadilan di PN Tasikmalaya Ditolak
Bhabinkamtibmas Turun ke Kebun Cabe, Warga Desa Teluk Sungkai Diajak Perkuat Ketahanan Pangan
Warga Kritik Keras Mutasi Bidan Jadi Kasi Kelurahan: ‘Bupati Boroskan Tenaga Medis Saat Rasio Nakes Minim’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:58 WIB

Dari Hobi Sederhana Kini Mendunia, MQ Art Bamboo Karya Lokal Bogor Tembus Pasar Internasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:41 WIB

Bupati Pakpak Bharat Serahkan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Falah Sukaramai 

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:50 WIB

Bom Kompetensi di Makassar: 3 Wartawan Enrekang Tembus UKW, 1 Naik ke Jenjang Utama!

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:43 WIB

Outing Class ke Kodim 0612/Tasikmalaya, Anak-Anak PAUD Roushotul HarissyahBelajar Cinta Tanah Air

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di Desa Pangkan Kian Memanas, Warga Tantang Kadis PUPR Tunjukkan Lokasi Proyek 2025

Berita Terbaru