Bogor, MNP – Diduga karena ketidak tahuan dan kurang hati – hati, operator Excavator proyek pembangunan Jalan Raya Cifor tak sengaja menggaruk Fiva distributor Air PDAM milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Kejadian tersebut persis di depan gerbang masuk Griya Melati 2, Kelurahan Bubulak-Bogor Barat-Kota Bogor, hari Senin malam (16/9/2024).
Untuk meminta keterangan dari pihak CV. Cikal Utama (Penyedia Jasa) dari proyek tersebut, MNP menunggu kehadiran pihak manajemen sejak Pagi, tapi tak kunjung bisa bertemu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wartawan hanya bertanya kepada para pekerja proyeknya saja, yang mengaku tidak tahu mandor atau pimpinan proyek (pimpro) mereka mau datang jam berapa ke lokasi proyeknya, Selasa (17/9/2024).
Ketika didatangi ke Direksi Keet proyeknya, ditemukan seseorang bernama Hari yang menjelaskan bahwa hal tersebut memang cuma insiden ringan, bukan unsur kesengajaan, tak berakibat luka pada operator maupun kerusakan pada Excavator.
Selain berdampak putusnya aliran pendistribusian air ke para konsumen/pelanggan PDAM TP, yang dikabarkan semalaman hingga barusan pasca dilakukan perbaikan, kehilangan pasokan air buat berbagai kebutuhan mereka di rumah masing-masing.
“Tapi segala urusan terkait hal tersebut sudah selesai dimusyawarahkan bersama tim perbaikan dari Perumda PDAM Tirta Pakuan hari ini,” kata Hari.

Terpisah, pimpinan dari tim perbaikan Perumda (PDAM Tirta Pakuan), R. Agah Budi dan tiga orang timnya, saat ditemui di lokasi perbaikan, menerangkan, yang terjadi tersebut dipastikan bukan unsur kesengajaan, melainkan Human Error nya operator Excavator di lokasi.
Mungkin saja lanjut Agah, akibat ketidak tahuan serta kekurang hati – hatian operator saat bekerja di lokasi tersebut. Apalagi pengerjaan penggaliannya dilakukan malam hari, bisa saja operatornya di kondisi mengantuk.
“Saya yakin, ini bukan unsur kesengajaan, cuma dugaan Human Error tetap ada. Ya, namanya Kita manusia kan suka ada hilafnya, bisa jadi karena terlalu lelah, ngantuk atau karena hal lainnya juga yang bersifat Human Error,” jelasnya.
Menurut Agah yang penting ada koordinasi serta iktikad baik dari pihak proyek, yang mau mengakui kesalahan di pihaknya, serta mau bekerja sama memperbaiki saluran.
“Fiva pendistribusian PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ini bocor terputus di Dua titik, diduga karena tergaruk oleh Kuku Excavator tadi malam, menurut laporan warga sini, sekarang sudah beres Pak,” jelas Agah pada MNPotret.
Agah menambahkan, jenis perbaikan yang dilakukan di lokasi oleh timnya, berupa penutupan kebocoran Fiva dengan pemasangan Lifter Klep, di bagian Fiva distributor yang bocor tersebut dengan terlebih dahulu mematikan aliran dari airnya.
“Sehingga limpahan air tidak sampai meluap naik ke badan jalan di atasnya, juga mencegah kotoran air masuk dan ikut mengalir dalam Fiva PDAM,” pungkas Agah.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan