Festival Kopi Pakpak Bharat 2.0 Tahun 2024, Gali Kembali Kejayaan Masa Silam

Jumat, 14 Juni 2024 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM menghadiri acara Festival Kopi Pakpak Bharat 2.0 Tahun 2024 yang dilaksanakan di Kecamatan Siempat Rube, Jumat (14/06/2024).

Festival Kopi Pakpak Bharat yang kedua kali ini, dilaksanakan guna menggali kembali kejayaan kopi Pakpak yang pernah tersohor beberapa waktu silam.

Jalan Berutu dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada semuanya, khususnya saudara Marolop Banurea yang telah menggagas acara ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nilai kopi yang melambung tinggi belakangan ini, mau tidak mau terus mendorong minat dan animo masyarakat Pakpak Bharat untuk bertani kopi,” ucapnya.

Menurut Jalan Berutu, tanaman kopi terus mengalami peningkatan dari segi luasan, namun berharap ahli-ahli tanaman kopi bisa mengedukasi masyarakat tentang bertani kopi yang baik.

“Ya, sehingga perluasan areal kopi juga diimbangi dengan peningkatan mutu dan kualitas kopi yang dihasilkan, disamping peningkatan kuantitas produksi kopi tentunya,” tutur Jalan Berutu.

Kopi Pakpak Bharat pernah berjaya dan tersohor di masa lalu

Festival Kopi Pakpak Bharat 2.0 Tahun 2024 ini diisi dengan seminar dan diskusi tentang tanaman kopi dengan menghadirkan banyak ahli kopi diantaranya Walmanso Simbolon.

Beliau seorang petani yang konsisten pada budidaya Kopi sejak puluhan tahun lalu, membudidayakan Kopi dengan beragam varietas untuk dijual hasilnya dan di jadikan kopi bubuk kemasan.

Selain itu, ada juga Dr. Gunawan Djajakirana seorang pakar Ilmu Tanah di IPB University, Bogor-Indonesia. Dia menyebut, minat penelitiannya mencakup perubahan tanah, lahan gambut, emisi gas rumah kaca, siklus unsur hara, zeolit dan zat humat.

Tanaman kopi bagi masyarakat petani di Kabupaten Pakpak Bharat sejatinya bukanlah jenis tanaman baru. Hampir seluruh petani di Kabupaten ini memiliki tanaman ini, baik untuk dijual maupun untuk dikonsumsi sendiri.

Tanaman kopi sempat dikesampingkan oleh para petani, diganti dengan komoditas lain, dibiarkan terbengkalai disebabkan menurunnya nilai jual kopi selama beberapa waktu.

Belakangan ini, tanaman kopi kembali menjadi primadona seiring meningkatnya nilai jual kopi yang mau tidak mau mendorong kembali minat para petani untuk membangun kembali kejayaan kopi yang pernah tenar hingga mancanegara ini.

Loading

Penulis : Benny S

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Permatadora Tasikmalaya Bubar! Ini Penyebabnya
Muncul Isu Sekda Impor, PSU Ingatkan Bupati Tasikmalaya Dampak Demotivasi ASN Lokal
Perebutan Tiket Regional, 24 Tim U-12 Beradu Gengsi di Liga Jabar Istimewa
Hardiknas 2026, Reni Sugiarti Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pendidikan
Polres Pakpak Bharat Berintegritas dan Humanis, Peringatan May Day Berjalan Aman Kondusif
Satu Pelaku Buron, Sat Narkoba Polres Garut Bekuk Pengedar Sabu
Bupati Garut Buka Pameran Foto “Frame of Garut”, Dorong Potensi Pariwisata Melalui Seni Fotografi
Gelora Solidaritas Hari Buruh: Ribuan Anggota FSP Parekraf Tasikmalaya Raya Padati Monas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:15 WIB

Permatadora Tasikmalaya Bubar! Ini Penyebabnya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:01 WIB

Muncul Isu Sekda Impor, PSU Ingatkan Bupati Tasikmalaya Dampak Demotivasi ASN Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:26 WIB

Perebutan Tiket Regional, 24 Tim U-12 Beradu Gengsi di Liga Jabar Istimewa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:03 WIB

Hardiknas 2026, Reni Sugiarti Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:05 WIB

Polres Pakpak Bharat Berintegritas dan Humanis, Peringatan May Day Berjalan Aman Kondusif

Berita Terbaru

Berita terbaru

Permatadora Tasikmalaya Bubar! Ini Penyebabnya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:15 WIB