Tasikmalaya, MNP – Hj. Nurhayati Effendi berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, menggelar acara Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan, Selasa (24/10/2023).
Saat di temui awak media, Hj. Nurhayati Effendi mengatakan, maksud dan tujuan acara mengenai keamanan pangan yaitu dari memilih obat jamu tradisional, skin care dan kosmetik.
“Jadi bahaya daripada keamanan pangan, obat dan makanan, lalu kami mendampingi UMKM untuk bisa berinteraksi dengan BPOM, bagaimana mempersiapkan persyaratan mempunyai izin dari BPOM,” terangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu kata Hj Nurhayati, pihaknya juga memfasilitasi mengasistensi dan advokasi untuk para UMKM yang memerlukan ijin BPOM.
“Untuk izin dari BPOM untuk UMKM Mikro itu tidak di pungut biaya dalam arti gratis,” tegas anggota DPRRI Fraksi PPP ini.
Disamping itu, Nurhayati mengingatkan kepada masyarakat terkait dengan belanja melalui online agar harus hati hati, karena kebanyakan dari online itu tidak tahu tokonya di mana dan siapa yang menjual.
Nurhayati berharap masyarakat jeli, sehingga ketika mendapatkan barang barang yang memang tidak ada labelnya, tidak ada aturan pakainya dan lain lain diminta untuk mengembalikan atau bahkan melaporkan kepada pihak berwajib.
“Karena wajib hukumnya seluruh produk yang berada di Indonesia ini harus mempunyai izin edarnya,” ungkap Nurhayati.
Ditempat sama, Endang Yaya sebagai Ketua Divisi KIE BPOM Bandung menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan ini fokus terhadap makanan.
“Jadi di acara ini itu kita fokus di makanan, terutama makanan itu kan harus aman, itu kan tidak boleh tercemar, karena resiko keracunan. Jadi kalau pangannya aman insya Allah masyarakat terlindungi itu dari zat zat berbahaya yang ada di makanan,” pinta Endang.
BPOM juga menyampaikan tentang bagaimana makanan itu misalnya bisa diolah lalu diedarkan dan ketentuannya seperti apa, termasuk bahwa kegiatan ini bisa membantu UMKM.
Di Kota Tasikmalaya sendiri ada namanya Balai BPOM, semacam cabang dan perannya mendidik masyarakat terkait pangan dan zat-zat yang membahayakan.
“Fungsi lainnya dari mulai pengawasan, mengawasi peredaran obat DNA makanan, kemudian ada semacam kegiatan KIE, menyebarkan informasi dan edukasi, ada juga yang melakukan sampling menguji sampel,” pungkas Endang.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Suslia









Tinggalkan Balasan