PAKPAK BHARAT, MNP – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pakpak Bharat, Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor, menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dan strategis dalam menentukan masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa.
Pesan tersebut disampaikannya di sela-sela kegiatan Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Desa tersebut terpilih sebagai desa percontohan program Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) untuk tahun 2026.
“Keluarga adalah segalanya bagi kita. Masa depan anak sangat bergantung pada pembinaan yang kita lakukan sejak mereka masih berusia dini hingga menginjak remaja,” ujar Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya menjelaskan bahwa pemilihan Desa Bandar Baru sebagai pusat pembinaan PAAR didasarkan pada besarnya populasi anak dan remaja di wilayah tersebut. Tercatat ada 971 jiwa yang berada dalam rentang usia 0 bulan hingga 18 tahun.
Populasi ini dinilai sebagai aset yang sangat berharga sekaligus modal utama untuk melahirkan generasi emas Pakpak Bharat di masa depan. Untuk mendukung hal tersebut, TP PKK secara masif melakukan berbagai upaya pembinaan, simulasi, dan sosialisasi terkait materi PAAR.
“Kami bergerak dengan bersinergi dan berkolaborasi. Mulai dari TP PKK tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, pemerintah daerah, hingga pihak eksternal seperti TNI, Kepolisian, dan sektor swasta,” tambahnya.
Melalui komitmen pembinaan yang terintegrasi, Ny. Juniatry mengklaim telah melihat banyak perubahan positif yang signifikan di Desa Bandar Baru. Beberapa capaian dan inovasi yang berhasil terbentuk antara lain:
– Pembentukan Kader & Kelompok Pokja: Terbentuknya Kelompok PKBN, kader PKDRT, kader PAAR, kader Lansia, serta kelompok BKR, BKB, dan BKL.
– Wadah Kreativitas: Terbentuknya Forum Anak Desa Bandar Baru serta penyediaan fasilitas penggali bakat lewat inovasi **GAMBIR** (Gen Ampha Mengelola Gambir).
– Edukasi & Preventif: Terlaksananya program bela negara, pencegahan *bullying* (perundungan), sosialisasi bahaya Napza, dan pencegahan PKDRT bagi anak, remaja, maupun orang tua.
– Perubahan Pola Pikir: Meningkatnya kesadaran orang tua dalam menerapkan pola asuh yang baik, yang berkontribusi langsung pada nol kasus (zero case) kekerasan terhadap anak dan perempuan di desa tersebut.
Di sisi lain, Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara tengah gencar melakukan peninjauan ke beberapa desa binaan di seluruh Kabupaten Pakpak Bharat. Di Desa Bandar Baru, tim yang dipimpin oleh Ny. Nurasyah Harahap turun langsung ke lapangan.
Tim monitoring melihat secara langsung implementasi riil dari pembinaan PAAR yang telah berjalan, sekaligus meninjau berbagai aktivitas kreatif yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja setempat.
Sinergi yang kuat ini diharapkan dapat terus dipertahankan demi mencetak generasi muda Pakpak Bharat yang tangguh dan berkarakter.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan