DLH Kota Tasikmalaya Dorong Warga Olah Sampah Organik Jadi Sumber Manfaat Ekonomi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP — Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus digencarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya melalui program edukasi serta sosialisasi pengolahan sampah organik kepada masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan program unggulan pemerintah daerah bertajuk Tasik Resik, yang menitikberatkan pada partisipasi aktif warga dalam mengurangi timbunan sampah sejak dari sumbernya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Rahman, menjelaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di perkotaan, tak terkecuali di Tasikmalaya,” kata Feri Selasa (21/10/2025).

Untuk itu, meningkatkan pemahaman warga tentang cara memilah dan mengelola sampah organik serta non-organik menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien.

Menurut Feri, selama ini masyarakat masih menganggap semua sampah sama. Padahal, jika dipilah, sebagian besar bisa dimanfaatkan kembali.

“Sampah organik seperti sisa makanan dan daun bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna, sementara sampah non-organik memerlukan penanganan berbeda karena sulit terurai,” ujar Feri.

Sebagai solusi konkret, DLH kini gencar mengajak masyarakat untuk tidak langsung membuang sampah organik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan mengolahnya menjadi produk bermanfaat.

Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah budidaya magot, yakni larva lalat Black Soldier Fly yang mampu mengurai sampah organik sekaligus menjadi pakan ternak bernilai ekonomi tinggi.

“Melalui magot, sampah bisa berubah jadi peluang usaha. Selain membantu mengurangi timbunan di TPA, hasil olahan magot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas. Jadi masyarakat memperoleh keuntungan ganda, lingkungan bersih dan ekonomi pun bergerak,” tambahnya.

Tak hanya magot, DLH juga memperkenalkan berbagai metode pemanfaatan sampah organik lainnya seperti pembuatan kompos, bio eco enzim, hingga penerapan lubang biopori di lingkungan rumah.

Edukasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat RW, sekolah, hingga kelompok masyarakat, dengan tujuan agar pengelolaan sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Feri menegaskan bahwa seluruh upaya ini berlandaskan konsep ekonomi sirkular, di mana limbah dianggap sebagai sumber daya baru.

“Dalam konsep ini, tidak ada yang terbuang sia-sia. Sisa makanan bisa jadi magot, residunya jadi pupuk, air fermentasinya untuk tanaman. Semua kembali ke alam dengan cara yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Gerakan pengolahan sampah organik yang digalakkan DLH Kota Tasikmalaya ini turut mendukung target nasional untuk mengurangi volume sampah ke TPA hingga 30 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Jika partisipasi masyarakat terus meningkat, bukan tidak mungkin Tasikmalaya menjadi daerah percontohan dalam penerapan ekonomi sirkular di Jawa Barat.

DLH kata Feri, tidak bisa bergerak sendiri. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan.

“Dengan semangat bersama, kita bisa mewujudkan Tasik Resik Berkelanjutan dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai investasi sosial dan ekonomi bagi masa depan,” tutup Feri.

Gerakan ini menjadi bukti bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan gerakan kolektif untuk menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan warga.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031
Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner
Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen
Jeneponto Kembali Raih WTP, Bupati Paris Yasir: Bukti Komitmen Transparansi Tata Kelola Keuangan
Bangkit dari WDP, Enrekang Sabet WTP BPK 2025: Energi Baru Tata Kelola Keuangan Daerah
Bantu Warga Penderita Asma, Baznas Kota Tasikmalaya Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Nebulizer
Polisi Turun ke Ladang, Polsek Kuala Cenaku Tanam ‘Harapan’ bersama Petani 
Diduga Lebih Prioritaskan Administrasi, Pelayanan RS TMC Tasikmalaya Dikeluhkan Keluarga Korban Laka Lantas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:52 WIB

Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:44 WIB

Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:22 WIB

Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:42 WIB

Jeneponto Kembali Raih WTP, Bupati Paris Yasir: Bukti Komitmen Transparansi Tata Kelola Keuangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:35 WIB

Bangkit dari WDP, Enrekang Sabet WTP BPK 2025: Energi Baru Tata Kelola Keuangan Daerah

Berita Terbaru