Tasikmalaya, MNP – Kisruh celotehan miring Doni Hermawan pasca dipindahkan ke Dinas Satpol-PP mendapat tanggapan santai dari Ade Hendar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Tasikmalaya.
Ade Hendar menyebut, perpindahan (Doni Hermawan, red) lebih ke ruangan kepentingan Organisasi, dimana rotasi mutasi itu merupakan hal biasa dan kewenangan di ruangan OPD, termasuk dirinya sendiri, tidak tahu besok atau lusa pindah kemana, sebab itu kewenangan pimpinan.
“Kalau jadi catatan saya hari ini, manakala kalau pangkatnya turun, ini murni tidak ada pangkat turun, jadi ini tidak ada kepentingan lain kecuali kepentingan organisasi. Kecuali di turunkan pangkatnya, berarti ada sesuatu, tapi ini kan pindah dengan tidak mengurangi tingkat kesejahteraan,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ade Hendar menjelaskan, semua tahu keterkaitan dengan personil ASN memang tidak seimbang antara yang pensiun dengan rekruitmen, sehingga kalau dibutuhkan harus ganti.
“Versi saya, pak Doni Hermawan orangnya mumpuni di bidangnya dan bagus, tetapi ada spek yang dibutuhkan disini, sehingga tidak ada keperluan lain apalagi kepentingan politik, itu tidak ada,” ucapnya.
Disinggung pemindahan Doni Hermawan secara dadakan tanpa diketahui atasannya di bidang, Ade Hendar menyebut, jika organisasi itu ada Sekretaris Badan dan Sekretariat.
Selain itu, Ade Hendar merasa tidak punya perselisihan saat menyikapi pernyataan minor Doni Hermawan.
“Versi saya sendiri tidak ada apa apa, coba di cek kita seperti keluarga, pak Doni versi saya baik, cuman versi saya pak Doni seperti itu, mungkin karena suasana baru, biasanya ada prosesi adaptasi mungkin seperti itu,” sebutnya.
Terkait dengan DN yang akan menemui PJ Wali Kota dan Sekda untuk membeberkan fakta masalah kondisi Bakesbangpol saat ini, Ade sendiri menanggapi secara diplomatis.
“Untuk memanage sebuah organisasi itu kan ada personil, peralatan dan seterusnya, sehingga di butuhkan spek khusus. Nah, yang saya sebut yang datang (pengganti posisi Doni Hermawan, red) ke sini sudah karena kebutuhan orang yang kompetensi khusus,” jelasnya.
Sementara, keterkaitan nama Doni Hermawan yang sering dipakai namanya untuk dinas luar, Ade Hendar menerangkan jika hal itu di ruangan teknis.
“Itu bisa saja secara administrasi dilakukan, tetapi itu sudah terkomunikasikan. Itu di ruang memanage, kita sudah sampaikan ke pak Kabid, ke pak Sekban supaya dilakukan sesuai dengan aturan, tetap diruang koridor sehingga jangan sampai ada yang dirugikan,” paparnya.
Terkait pernyataan pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang lain tapi dikerjakan Rezim Pimpinan Kesbang, Ade menanggapi bahwa yang perlu disampaikan, pihaknya menugaskan Doni Hermawan untuk salah satu tugas.
“Kemudian dari yang tugas itu seharusnya ada output-nya berarti sudah beres di kerjakan oleh pak Doni, ternyata dari sana ada berbicara dari kesbang belum ada,” ujar dia.
Ade berharap, kedepannya dari kejadian ini bisa sama sama lebih dewasa dalam berorganisasi dan menjadi pegawai yang baik pula bisa melaksanakan tugas sebaik baiknya dan bisa bermanfaat.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan