Diduga Tak Berizin, Gabungan 13 Organisasi di Bungursari Siap Gelar Aksi Demo Tutup ‘Nice Line’

Rabu, 1 April 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TASIKMALAYA, MNP – Eskalasi penolakan terhadap wahana hiburan Nice Line di wilayah Bungursari, Kota Tasikmalaya, kian memanas.

Gabungan 13 organisasi bersama masyarakat terdampak resmi menggelar rapat koordinasi untuk melaksanakan aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Pemerintah Kota Tasikmalaya, Rabu (01/04/2026).

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap keberadaan wahana hiburan Nice Line yang hingga kini disebut-sebut belum mengantongi izin resmi operasional di wilayah tersebut.

Rapat persiapan aksi telah dilaksanakan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, aktivis organisasi kepemudaan, hingga perwakilan warga sekitar yang mengaku terdampak langsung oleh aktivitas wahana tersebut.

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa aksi unjuk rasa akan dilangsungkan di depan Kantor Pemerintah Kota Tasikmalaya sebagai bentuk desakan kepada pihak berwenang agar segera mengambil langkah tegas.

Koordinator Aliansi Bungursari, Asep Depo, menegaskan bahwa tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah penutupan sementara hingga permanen wahana Nice Line.

Ia menyebut, keberadaan wahana itu dinilai bermasalah dari sisi perizinan dan berpotensi menimbulkan dampak sosial di lingkungan sekitar.

“Kami meminta agar wahana Nice Line segera ditutup. Sampai hari ini kami menilai belum ada kejelasan terkait izin wilayah maupun operasionalnya. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Asep dalam rapat koordinasi tersebut, Rabu (01/04).

Selain persoalan legalitas, warga juga mengeluhkan dampak yang dirasakan sejak wahana tersebut beroperasi. Mulai dari kebisingan, meningkatnya aktivitas lalu lintas, hingga kekhawatiran terhadap potensi gangguan ketertiban umum.

Sejumlah warga yang hadir dalam rapat menyampaikan bahwa mereka merasa tidak pernah dilibatkan atau diberikan sosialisasi sebelumnya.

Aliansi menilai pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, terkesan lamban dalam merespons persoalan ini.

Oleh karena itu, aksi demonstrasi yang akan digelar besok diharapkan mampu menjadi tekanan agar pemerintah segera turun tangan dan memberikan kepastian hukum.

“Kami meminta dinas terkait untuk segera menanggapi. Jangan sampai masyarakat yang terus dirugikan. Pemerintah harus hadir dan tegas dalam menegakkan aturan,” tambah Asep.

Rencana aksi ini diperkirakan akan diikuti oleh ratusan massa dari berbagai organisasi dan masyarakat umum.

Mereka akan membawa sejumlah tuntutan tertulis serta melakukan orasi secara bergantian di lokasi aksi. Aparat keamanan pun diharapkan dapat mengawal jalannya demonstrasi agar tetap berlangsung kondusif.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Nice Line maupun pemerintah Kota Tasikmalaya terkait polemik yang berkembang.

Masyarakat berharap ada langkah cepat dan transparan guna menyelesaikan persoalan ini tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

Aksi demonstrasi ini menjadi cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan terhadap aturan, khususnya dalam hal perizinan usaha di lingkungan mereka.

Semua pihak kini menunggu sikap tegas pemerintah dalam menyikapi tuntutan yang disuarakan oleh warga Bungursari.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Meriahkan HUT RI ke-81, Polres Pakpak Bharat Kawal Ketat Turnamen Sepak Bola Tinada Cup XIII 2026
Dua Dekade BBC: Syukuran hingga Komitmen Lahirkan Kader Mandiri di Tasikmalaya
Haol Ke-36 Pendiri Gadjah Putih, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat
Dukung Akses Pendidikan, Mohamad Sohibul Iman Serahkan Bantuan PIP di SDN Panglayungan
PEMDA DIKEPUNG KRITIK! “Jangan Hanya Ramah ke Masyarakat, Ramah Lingkungan Juga Dong”
Doa Warga Parungponteng Kuatkan Langkah Pengabdian TMDD Kodim 0612/Tasikmalaya
Camat Batang Asam Bungkam, Polemik BUMDes Desa Lubuk Bernai Kembali Disorot
Stadion Wiradadaha Tak Layak, Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Liga Suratin Jawa Barat 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Polres Pakpak Bharat Kawal Ketat Turnamen Sepak Bola Tinada Cup XIII 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Dua Dekade BBC: Syukuran hingga Komitmen Lahirkan Kader Mandiri di Tasikmalaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Haol Ke-36 Pendiri Gadjah Putih, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Dukung Akses Pendidikan, Mohamad Sohibul Iman Serahkan Bantuan PIP di SDN Panglayungan

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:35 WIB

PEMDA DIKEPUNG KRITIK! “Jangan Hanya Ramah ke Masyarakat, Ramah Lingkungan Juga Dong”

Berita Terbaru