Viman Alfarizi Alergi Kritik? SAPMA PP dan Arkilyz Bakar Ban di Depan Balekota Tasikmalaya

Senin, 9 Februari 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Aliansi organisasi kemasyarakatan (ormas) SAPMA (Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa) Pemuda Pancasila (PP) dan Arkilyz menggelar aksi unjuk rasa di depan Bale Kota Tasikmalaya, Senin (9/2/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan yang dinilai belum memberikan perubahan signifikan bagi masyarakat selama hampir satu tahun masa kepemimpinannya.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah kota yang dinilai belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan hingga persoalan pelayanan publik lainnya.

Massa aksi membawa sejumlah spanduk tuntutan serta melakukan aksi bakar ban di depan gerbang Bale Kota Tasikmalaya.

Ketua Sapma, Muamar Khadapi, dalam orasinya meminta Wali Kota Tasikmalaya tidak alergi terhadap kritik masyarakat.

Ia menilai hingga saat ini perubahan nyata belum dirasakan masyarakat dan program yang dijanjikan lebih banyak bersifat seremonial.

Ia juga menyoroti ketidakhadiran wali kota dalam menemui massa aksi, meski sebelumnya telah dilayangkan surat pemberitahuan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Aksi sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling dorong antara massa dan aparat keamanan. Namun situasi dapat dikendalikan setelah beberapa perwakilan OPD mendatangi massa aksi untuk berdialog.

Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya perwakilan Setda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Kesbangpol, Dinas PUTR, Dishub, hingga BKPSDM.

Meski diguyur hujan, dialog antara massa aksi dan perwakilan OPD tetap berlangsung. Dalam dialog tersebut, massa menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya terkait perizinan bangunan, persoalan parkir liar hingga pelayanan publik lainnya yang dinilai masih bermasalah.

Ketua Arkilyz, Rifki Firdaus, menyebut hasil dialog belum menghasilkan solusi konkret. Ia juga menyoroti data kemiskinan dan pengangguran yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi serta berbagai persoalan administrasi layanan publik.

Selain itu, massa juga menyoroti persoalan BPJS kesehatan yang dinilai banyak dinonaktifkan, pembangunan bangunan tanpa izin hingga bangunan yang berdiri di sempadan sungai.

Ia menegaskan jika tidak ada evaluasi nyata dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

Massa aksi menyebut tetap menghargai kondisi wali kota yang dikabarkan sedang menjalani perawatan kesehatan. Namun mereka menegaskan tuntutan evaluasi kinerja tetap akan terus disuarakan.

Fenomena aksi demonstrasi di Bale Kota Tasikmalaya sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat seperti mahasiswa hingga kelompok profesi juga pernah menggelar aksi evaluasi kinerja pemerintah kota, terutama menjelang satu tahun masa kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota.

Bahkan, muncul pula kritik masyarakat melalui berbagai bentuk ekspresi, termasuk spanduk bernada satire yang sempat terpasang di depan Bale Kota dan menyoroti gaya kepemimpinan wali kota.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait tuntutan massa aksi tersebut.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kekeringan Meluas, BPBD Kota Tasikmalaya Distribusikan 806 Ribu Liter Air Bersih
Inspiratif, Sosok Nabil Azzahra, Siswi SMPN 16 Tasikmalaya Jadi Penceramah di SDN Panglayungan
Satresnarkoba Polres Garut Gelar Razia Miras, 109 Botol Miras Diamankan
Gencar Program Revitalisasi, Bangunan SDN Nangoh Tasikmalaya Luput Perhatian
Diduga “Mafia Kuota” KPR Subsidi BPD Sulselbar Enrekang, Pengembang Terancam Sanksi Pidana dan Admin
Lewat Tri Dharma, Universitas Sawerigading dan Polrestabes Makassar Bersinergi Cetak SDM Unggul
Miris! Dibayar Rp500 Ribu Jadi Kurir Narkoba, Terancam Hukuman Bertahun-tahun
Jaring Talenta Muda, SD Negeri 1-2 Sukaratu Tuan Rumah Festival Tunas Bahasa Ibu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:58 WIB

Kekeringan Meluas, BPBD Kota Tasikmalaya Distribusikan 806 Ribu Liter Air Bersih

Kamis, 3 September 2026 - 16:01 WIB

Inspiratif, Sosok Nabil Azzahra, Siswi SMPN 16 Tasikmalaya Jadi Penceramah di SDN Panglayungan

Kamis, 3 September 2026 - 14:50 WIB

Satresnarkoba Polres Garut Gelar Razia Miras, 109 Botol Miras Diamankan

Kamis, 3 September 2026 - 14:23 WIB

Gencar Program Revitalisasi, Bangunan SDN Nangoh Tasikmalaya Luput Perhatian

Kamis, 3 September 2026 - 13:43 WIB

Diduga “Mafia Kuota” KPR Subsidi BPD Sulselbar Enrekang, Pengembang Terancam Sanksi Pidana dan Admin

Berita Terbaru