Damang Raren Batuah: PT Bartim Coalindo Lecehkan Adat Dayak

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Pernyataan tegas dilontarkan Damang Kepala Adat Raren Batuah, Tochid Prasetyo, dalam forum mediasi Tim Penanganan Konflik Sosial yang digelar di Aula Rapat Wakil Bupati Barito Timur. Ia menyebut sikap PT Bartim Coalindo sebagai bentuk pelecehan terhadap adat Dayak.

Dalam penyampaiannya di hadapan unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dan manajemen perusahaan, Tochid menilai perusahaan tidak menghormati mekanisme adat yang berlaku di wilayah Raren Batuah, khususnya terkait sengketa lahan dan hak ulayat masyarakat.

“Ini bukan sekadar persoalan lahan, ini soal harga diri dan marwah adat Dayak. Jika perusahaan mengabaikan mekanisme adat, itu sama saja melecehkan lembaga adat,” tegasnya di ruang mediasi, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, setiap aktivitas investasi yang masuk ke wilayah adat seharusnya melalui komunikasi dan persetujuan dengan pemangku adat setempat. Ia menegaskan, adat memiliki aturan dan sanksi tersendiri yang harus dihormati semua pihak.

Pernyataan keras Damang tersebut mempertegas ketegangan dalam proses mediasi sengketa antara ahli waris hak ulayat dan pihak perusahaan. Forum yang dipimpin pemerintah daerah itu sedianya bertujuan mencari jalan tengah, namun sorotan terhadap dugaan pengabaian adat menjadi isu sentral.

Tochid juga meminta pemerintah daerah bersikap tegas dan tidak hanya menjadi fasilitator, melainkan memastikan perusahaan menghormati hukum adat yang hidup dan diakui di Barito Timur.

Sementara itu, pihak manajemen PT Bartim Coalindo dalam forum tersebut menyatakan akan mengikuti proses mediasi dan mempelajari tuntutan yang disampaikan pihak adat.

Tim Penanganan Konflik Sosial Aripanan P Lelu, menyatakan akan menindaklanjuti dengan verifikasi data dan pertemuan lanjutan guna mencegah konflik meluas di masyarakat.

Pernyataan Damang Raren Batuah itu kini menjadi perhatian publik, sekaligus ujian bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara investasi dan penghormatan terhadap adat serta hak ulayat masyarakat Dayak.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kapolres Lamsel Pimpin Sertijab Kapolsek Penengahan, Tekankan Penguatan Kinerja dan Pelayanan
Hadapi Ancaman Karhutla dan El Nino, Lampung Selatan Perkuat Kesiapan Bersama Lintas Instansi
Optimalisasi ETPD, Pemkab Jeneponto Perkuat Digitalisasi Transaksi Pemerintahan
Merawat Jejak Perjuangan Pahlawan, Pramuka Kota Tasikmalaya Ziarah ke TMP Kusumah Bangsa
Mengenal Penyakit Akibat Jamur Kandidiasis Esofogus Grade 1 dan Metode Pengobatannya
Semangat Kemerdekaan, Dishub Garut Perkuat Nasionalisme, Disiplin dan Pelayanan Publik
Polisi Amankan 98 Burung Tanpa Dokumen di Pelabuhan Bakauheni
Aroma Kongkalikong Mafia Tanah di Barito Timur: 117 SHM Diduga ‘Parkir’ di Tangan Karyawan Perusahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Kapolres Lamsel Pimpin Sertijab Kapolsek Penengahan, Tekankan Penguatan Kinerja dan Pelayanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Hadapi Ancaman Karhutla dan El Nino, Lampung Selatan Perkuat Kesiapan Bersama Lintas Instansi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Optimalisasi ETPD, Pemkab Jeneponto Perkuat Digitalisasi Transaksi Pemerintahan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Merawat Jejak Perjuangan Pahlawan, Pramuka Kota Tasikmalaya Ziarah ke TMP Kusumah Bangsa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Mengenal Penyakit Akibat Jamur Kandidiasis Esofogus Grade 1 dan Metode Pengobatannya

Berita Terbaru