Tambang PT Bartim Coalindo Diduga Rusak Sungai Munte, Warga Minta DAD Jatuhkan Sanksi Adat 

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Alosios Julianto, warga Ampah

Foto : Alosios Julianto, warga Ampah

BARITO TIMUR, MNP – Aktivitas tambang batu bara PT Bartim Coalindo kembali menuai sorotan. Kali ini, perusahaan tersebut diduga merusak Sungai Munte akibat kegiatan operasionalnya. Warga mendesak Dewan Adat Dayak (DAD) segera turun tangan dan menjatuhkan sanksi denda adat.

Alosius Jumianto, warga Dusun Tengah yang mengaku lahannya terdampak, menilai kerusakan sungai tidak bisa lagi dibiarkan. Ia menyebut kondisi air Sungai Munte berubah drastis dan berdampak pada lingkungan sekitar.

“Sungai Munte ini sumber kehidupan kami kalau sampai rusak akibat aktivitas tambang, harus ada pertanggungjawaban. Kami minta DAD turun tangan dan berikan sanksi adat,” tegas Alosius, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, perubahan kualitas air sungai diduga terjadi sejak aktivitas tambang semakin intensif di wilayah tersebut.

Air yang sebelumnya jernih kini disebut menjadi keruh, sehingga memicu kekhawatiran warga terhadap dampak jangka panjang bagi pertanian, perikanan, dan kesehatan masyarakat.

Warga menilai persoalan ini bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyangkut marwah dan kearifan hukum adat yang berlaku di wilayah Dayak.

Jika terbukti terjadi pelanggaran terhadap wilayah adat dan ekosistem, perusahaan diminta tidak hanya bertanggung jawab secara administratif, tetapi juga secara adat.

“Ini tanah adat, sungai adat. Kalau dirusak, ada konsekuensi adatnya,” tandas Alosius.

Masyarakat berharap DAD segera melakukan investigasi lapangan dan memanggil pihak perusahaan untuk dimintai klarifikasi. Mereka juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait tidak tutup mata terhadap dugaan kerusakan lingkungan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Bartim Coalindo belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan warga tersebut.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

MOTU dan Kober Nurul Qur’an Sukses Gelar Haflah Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa
Bupati Enrekang Wajibkan Ayah Ambil Rapor & Antar Anak Hari Pertama Sekolah: “Ayah Hadir, Anak Hebat
Kabar Duka, Operator Layanan Operasional Disperkim Garut Herwin Firdaus Tutup Usia
Cetak Generasi Unggul Berbasis Agama, Yayasan Nurul Qur’an Gelar Haflah Perpisahan Meriah
Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026
Persit Kodim 0612/Tasikmalaya Gaungkan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Perempuan
Bupati Pakpak Bharat Sampaikan Pidato Nota Pengantar Ranperda tentang APBD TA 2026
Kaban Keuangan Enrekang Pastikan Gaji ke-13 ASN Baru Dibayar Juli, Menunggu Petunjuk Pimpinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:14 WIB

MOTU dan Kober Nurul Qur’an Sukses Gelar Haflah Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bupati Enrekang Wajibkan Ayah Ambil Rapor & Antar Anak Hari Pertama Sekolah: “Ayah Hadir, Anak Hebat

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:08 WIB

Kabar Duka, Operator Layanan Operasional Disperkim Garut Herwin Firdaus Tutup Usia

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:14 WIB

Cetak Generasi Unggul Berbasis Agama, Yayasan Nurul Qur’an Gelar Haflah Perpisahan Meriah

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:18 WIB

Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026

Selasa, 23 Jun 2026 - 13:18 WIB