Bulan Ramadan Datang Penumpang Bus di Pemalang Menghilang

Senin, 3 Maret 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Taman Patih Sampun Kabupaten Pemalang yang menjadi tempat mangkalnya mini bus atau bus 3/4 tampak sepi penumpang pada hari ketiga bulan Ramadan tahun ini, Senin (03/03/2025).

Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang Unggul Budianto mengatakan, bahwa untuk angkutan bus di Pemalang sendiri jumlah kendaraan yang beroperasi sudah berkurang.

Hal itu lantaran sekarang bermunculan angkutan melalui online (Grab mobil dan motor), untuk bus yang melayani trayek selatan seperti Pemalang – Moga dan Pemalang – Purwokerto atau arah sebaliknya, masuknya Antar kota Dalam Propinsi (AKDP) dan untuk perijinannya jadi kewenangan provinsi.

“Hampir semua angkutan kalau awal -awal puasa memang sepi jumlah penumpangnya, kondisi saat ini ada beberapa bus yang usia kendaraannya sudah tua jadi sudah berhenti beroperasi, Masyarakat banyak pilihan menggunakan angkutan mobil yang lebih baru,” katanya.

Pada saat bulan puasa seperti ini, untuk setoran ke pemilik bus dirasakan sangat berat, apalagi bicara sisa uang buat dirinya dan kondektur untuk dibawa pulang sebagai penghasilan.

Sandy (45) seorang Driver Minibus jurusan Pemalang – Randudongkal mengeluh akan sepinya penumpang pada saat bulan puasa.

“Boro – boro dapat duit untuk dibawa pulang, untuk setoran saja terkadang nggak nutup,” keluhnya.

Dari hasil pantauan baik di Terminal induk maupun tempat pangkalan mini bus Taman patih sampun Pemalang, terlihat lenggang seperti tidak aktifitas layaknya pangkalan bus.

Sesekali dalam beberapa jam ada minibus lewat dan berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang, itupun bus lintasan dari Tegal yang menempuh trayek, Tegal – Pemalang – Randudongkal – Moga.

Semenjak adanya angkutan umum online baik sepeda motor ataupun mobil, ditambah sudah semakin banyak warga yang memiliki kendaraan sendiri, nasib angkutan minibus di Pemalang kini tinggal kenangan, masa kejayaan mereka hanya tinggal cerita.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Berita Terbaru