Puluhan Jukir di Pemalang Sepi Pendapatan, Dampak Project Citywalk 

Rabu, 6 Agustus 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Dampak pembangunan proyek City walk di sepanjang jalan jenderal Sudirman wilayah Pemalang kota yang mulai dikerjakan pada senin 3 Agustus kemarin mulai dirasakan sejumlah juru parkir terkait dengan pendapatan.

Pasalnya jalur yang biasanya dilalui ratusan bahkan mencapai ribuan kendaraan setiap hari dari dua arah, kini dilakukan satu arah. Sehingga kendaraan dari sepeda motor, mobil pribadi maupun angkutan umum serta Grab, tidak bisa berhenti memarkirkan kendaraannya.

Jika mau berbelanja di sepanjang pertokoan maupun rumah makan yang berada di sisi selatan jalan, semua kendaraan dari arah timur sampai ke pertigaan jalan pemuda, mereka harus memutar, otomatis tidak ada kendaraan yang terparkir.

Tak hanya itu, sejumlah pemilik toko pun mengaku dagangannya sepi pembeli lantaran trotoar jalan dibongkar, dan pengalihan arus lalu lintas. Akibatnya tidak ada pembeli yang mampir.

Salah seorang juru parkir bernama Rony (50) yang sudah puluhan tahun menjaga kendaraan di salah satu toserba paling laris di kota Pemalang, mengaku sejak kemarin diberlakukan sistem one way (satu arah) karena pembangunan proyek Citywalk, dirinya mengaku pendapatannya turun.

“Kalau bisa jalan seperti biasa saja, jangan dibuat satu arah, saya dan jukir lainya pendapatannya berkurang,” keluhnya, pada Rabu (06/08/2025).

‎Hal senada dituturkan oleh Kodir (40), seorang jukir tak jauh dari lokasi toserba tersebut. “Dari pagi sampai siang,sejak kemarin parkiran sepi,” katanya singkat.

‎Sementara itu, Kepala Unit Terminal dan Perparkiran (UTPP) Syamsyul Rizal, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan kontraktor proyek agar bisa memanfaatkan tenaga jukir yang nganggur itu untuk bisa ikut bekerja sementara di proyek.

‎”Alhamdulillah usulan kita mendapat respon dari pihak kontraktor. Para jukir akan bekerja ikut di proyek tersebut sesuai area parkir,” jelas Rizal.

‎Dia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan hal itu kepada komisi C DPRD Pemalang.

‎”Sebab bagaimanpun dampak dari jukir tersebut nanti pasti ada pengaruhnya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemalang dari hasil parkir,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut
Pemkab Garut bersama SID Luncurkan Program Digitally Enabled District Guna
Silaturahmi Hangat Bersama Baur SIM, Media Apresiasi Purnabakti Ipda Tata Setiawan
Wilayah Dusun Timur Gelap Gulita, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola PJU
Penanaman Padi Metode Demplot KSP, Upaya Tingkatkan Produktivitas Petani di Garut
Oknum Pegawai Kantor Pos Garut Diduga ‘Main Api’ dengan Istri Orang, Suami Sah Siap Lapor Polisi
Kuasa Hukum Penggugat, Sabtuno, S.H : Surat Hibah Pihak Tergugat Tidak Sah
Peluang di Tengah Sulitnya Kerja: PT Hini Daiki Indonesia Jadi Harapan Baru Warga Cisayong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:54 WIB

Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut

Rabu, 15 April 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Garut bersama SID Luncurkan Program Digitally Enabled District Guna

Rabu, 15 April 2026 - 12:50 WIB

Silaturahmi Hangat Bersama Baur SIM, Media Apresiasi Purnabakti Ipda Tata Setiawan

Rabu, 15 April 2026 - 07:58 WIB

Wilayah Dusun Timur Gelap Gulita, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola PJU

Selasa, 14 April 2026 - 22:54 WIB

Penanaman Padi Metode Demplot KSP, Upaya Tingkatkan Produktivitas Petani di Garut

Berita Terbaru

Berita terbaru

Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:54 WIB