PEMALANG, MNP – Pesatnya kemajuan teknologi digital membawa tantangan baru dalam dunia pendidikan.
Penggunaan gawai tanpa pengawasan, ancaman perundungan siber (cyberbullying), hingga menurunnya kedisiplinan siswa menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama antara pihak sekolah dan orang tua.
Merespons kondisi tersebut, SMP Negeri 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menggelar kegiatan Parenting Islami pada Sabtu (31/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang mengusung tema “Mendidik Anak di Era Digitalisasi yang Sesuai dengan Syariat Islam dan Kedisiplinan Murid” ini menghadirkan penceramah sekaligus pendidik, Hj. Dzikriyah.
Melalui seminar pengasuhan ini, para wali murid diajak memahami bahwa mendidik anak di era digital tidak cukup hanya dengan memberikan fasilitas teknologi.
Pengawasan ketat, komunikasi terbuka, keteladanan, serta penanaman nilai-nilai keagamaan menjadi benteng utama dalam membentuk karakter dan perilaku anak.
Kepala SMPN 1 Petarukan, Purwaningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah semata.
Orang tua memiliki peran sentral dalam mengawasi aktivitas anak di rumah, mulai dari batasan penggunaan telepon pintar (smartphone), pergaulan, hingga kedisiplinan ibadah.
“Pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab bersama. Apa yang diajarkan guru di sekolah perlu diperkuat oleh orang tua di rumah agar anak memperoleh arahan dan pembiasaan yang konsisten,” ujar Purwaningsih.
Ia menambahkan, pihak sekolah ingin membangun kesamaan visi dengan para orang tua murid agar generasi muda saat ini tidak hanya terampil memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki benteng akhlak yang kokoh.
“Kami ingin anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, memiliki kedisiplinan tinggi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan akhlak mulia,” tuturnya.
Dalam ceramahnya, Hj. Dzikriyah memaparkan pentingnya pendekatan disiplin berbasis kasih sayang dan keteladanan yang disesuaikan dengan perkembangan psikologis remaja.
Lingkungan digital yang serba cepat harus diimbangi dengan pembiasaan nilai etika dan kejujuran di lingkungan keluarga.
Melalui agenda Parenting Islami ini, SMPN 1 Petarukan berharap sinergi berkelanjutan antara guru dan wali murid dapat terus terjalin.
Dengan demikian, kecanggihan teknologi yang diserap oleh para siswa dapat berjalan seiring dengan kematangan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial mereka.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan