TASIKMALAYA, MNP – Dalam upaya menghadirkan pengalaman belajar yang nyata bagi siswa, SMP IT – TQ Ihya As-Sunnah Tasikmalaya sukses menggelar puncak kegiatan Project Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Proyek.
Kegiatan bertajuk “Puncak PJBL Proyek dan Integritas 2026” ini mengusung tema puitis khas Sunda, “Ngajunjung Elmu, Ngaraksa Nilai, Ngawangun Jati Diri”, Kamis (12/02/2026).
Metode PBL yang diterapkan di sekolah ini memberikan ruang bagi siswa untuk keluar dari dinding kelas dan berinteraksi langsung dengan objek pembelajaran di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hotim Abdulloh, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini melibatkan seluruh jenjang, mulai dari kelas VII hingga kelas IX, dengan fokus observasi yang berbeda-beda:
Kelas VII: Fokus pada kearifan lokal dengan mengangkat kebudayaan khas Kota Tasikmalaya. Para siswa mempelajari secara langsung proses pembuatan dan nilai sejarah di balik Payung Geulis, Kelom Geulis, hingga Batik Tasikmalaya.
Kelas VIII: Menitikberatkan pada sektor Budidaya dan Kewirausahaan, guna melatih kemandirian ekonomi siswa sejak dini.
Kelas IX: Melaksanakan Proyek Integrasi yang lebih kompleks. Siswa putra, misalnya, melakukan observasi langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk menganalisis persoalan pengelolaan sampah yang tengah dihadapi Kota Tasikmalaya.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman nyata, bukan sekadar membaca buku atau melihat materi di laptop. Dengan melihat langsung, pembelajaran menjadi lebih komprehensif dan menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal,” ungkap Hotim.
Selain penguasaan materi, Hotim juga menekankan bahwa siswa di sekolah ini dituntut untuk aktif berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan sejak 2 Februari ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Kepala Bidang SMP, Dani, yang hadir langsung dalam acara puncak tersebut menyatakan dukungannya.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Sekolah memang harus membawa siswa masuk ke lingkungan masyarakat. Dengan begitu, mereka tidak akan canggung saat nanti terjun ke kehidupan sosial setelah lulus. Pembelajaran di dalam dan luar sekolah harus selaras,” ujar Dani.
Dani juga berharap SMP IT TQ Ihya As-Sunnah dapat menjadi pionir atau percontohan bagi sekolah lain di Kota Tasikmalaya dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi.
Rangkaian PJBL 2026 ini ditutup dengan pameran hasil karya dan presentasi proyek oleh para siswa, yang menunjukkan kemampuan analisis serta kreativitas mereka di hadapan para guru dan tamu undangan.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan