Bukan Anomali, BMKG Jelaskan Pemicu Angin Kencang di Tasikmalaya

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Hembusan angin kencang yang dirasakan masyarakat Kota Tasikmalaya dan sejumlah wilayah Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir bukanlah kejadian luar biasa.

Berdasarkan analisis peta prakiraan angin lapisan 3.000 kaki (sekitar 900 meter) yang digunakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Barat saat ini berada pada jalur aliran angin baratan dengan intensitas cukup kuat. Sabtu 24 Januari 2026.

Pada peta tersebut, kecepatan angin di sepanjang selatan hingga barat Pulau Jawa terpantau mencapai 39 knot, atau setara sekitar 72 kilometer per jam.

Meski data tersebut merepresentasikan kondisi angin di lapisan atas atmosfer, energi angin dapat ditransfer ke permukaan, sehingga hembusannya terasa lebih kencang dari kondisi normal di darat.

BMKG memanfaatkan peta angin lapisan ini untuk membaca pola aliran udara regional yang sangat memengaruhi cuaca permukaan, terutama pada musim hujan.

Secara klimatologis, Januari merupakan puncak Muson Barat, yakni periode dominasi angin dari Benua Asia menuju wilayah selatan Indonesia hingga Australia.

Pola ini dipicu oleh perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Asia yang bertekanan tinggi dan wilayah selatan yang bertekanan lebih rendah.

Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan angin bergerak lebih cepat, dan saat gradien tekanannya besar, intensitas angin pun meningkat.

Kondisi inilah yang saat ini terjadi, sehingga angin baratan mengalir cukup kuat melintasi Jawa Barat, termasuk Kota Tasikmalaya.

Karakter topografi Kota Tasikmalaya yang berbukit turut berperan memperkuat hembusan angin di permukaan.

Secara ilmiah, bentuk wilayah seperti ini dapat menimbulkan efek penyaluran dan percepatan angin, terutama ketika aliran kuat dari lapisan atas melewatinya.

Akibatnya, angin kencang dapat dirasakan meski tidak selalu disertai hujan lebat atau badai.

BMKG menegaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dinamika atmosfer musiman, bukan anomali cuaca.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi dampak turunan, seperti pohon tumbang, baliho roboh, atau kerusakan pada bangunan ringan.

Pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG menjadi langkah penting untuk mengantisipasi risiko dalam beberapa hari kedepan.

Loading

Penulis : Arrie Haryadi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dugaan Jual Beli Proyek Revitalisasi 2026 di SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Mencuat ke Publik
Sambut HUT ke-81 TNI, Gerakan Pangan Murah dan Bazar UMKM Diserbu Warga Tasikmalaya
Tingkatkan Ekonomi Warga, Kelurahan Sukajaya Gelar Pelatihan Tata Boga dan Menu Prasmanan
Jangan Coba Potong Dahannya! Pohon Raksasa di SDN Rodok Simpan Kisah Mencekam
Peringati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Garut Gelar Baksos di Alun-Alun Tarogong
Ketua PKK Provinsi Kalteng Kunker ke Simpang Bingkuang, Serahkan Bantuan Bagi Kader Posyandu
Kades Maipe Tegur Perkawinan di Bawah Batas Usia Minimum, Aspek Perlindungan Anak Disorot
Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor Dicokok KPK, Rakyat Syukuran Potong Hingga Nyate 2 Ekor Kambing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:26 WIB

Dugaan Jual Beli Proyek Revitalisasi 2026 di SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Mencuat ke Publik

Selasa, 22 September 2026 - 14:05 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Gerakan Pangan Murah dan Bazar UMKM Diserbu Warga Tasikmalaya

Selasa, 22 September 2026 - 12:44 WIB

Tingkatkan Ekonomi Warga, Kelurahan Sukajaya Gelar Pelatihan Tata Boga dan Menu Prasmanan

Selasa, 22 September 2026 - 12:27 WIB

Jangan Coba Potong Dahannya! Pohon Raksasa di SDN Rodok Simpan Kisah Mencekam

Selasa, 22 September 2026 - 10:50 WIB

Peringati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Garut Gelar Baksos di Alun-Alun Tarogong

Berita Terbaru