TASIKMALAYA, MNP – Kecamatan Bungursari bersiap melakukan lompatan ekonomi melalui program strategis wilayah. Hal ini terungkap dalam gelaran Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang dilaksanakan di aula kecamatan, Jumat (23/01/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang sinkronisasi antara usulan akar rumput dengan program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Pusat.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Viman Alfarizi Ramadan, ST., M.BA., menekankan pentingnya sinergisitas pembangunan dari tingkat kelurahan hingga pusat. Ia menggarisbawahi bahwa setiap anggaran yang dialokasikan harus memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap rupiah di APBD itu harus berdampak di masyarakat. Kita perlu intervensi tematik di masing-masing kelurahan agar pembangunan tidak hanya sekadar formalitas, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Viman singkat.
Kadis UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Sopian Jaenal Mutaqin, S.STP., M.Si., memaparkan bahwa Bungursari memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Hal ini sejalan dengan program strategis Walikota, yaitu PELAK (Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan).
“Bungursari akan kita dorong menjadi pilot project hilirisasi. Kita tidak hanya ingin menjual ikan segar ke program Makan Bergizi Gratis (MBG), tapi mengembangkan produk turunannya seperti abon, kere, atau olahan lainnya. Dinas Pertanian menyiapkan bahan bakunya, dan kami di Indag-UMKM mendampingi pengolahan, pengemasan, hingga pemasarannya,” jelas Sopian.
Target akhirnya, Bungursari diharapkan mampu mencapai swasembada ikan sekaligus menghidupkan ekosistem UMKM lokal.
Sementara itu, Camat Bungursari Sodik Sunandi menyampaikan rasa syukur atas kesepakatan yang dicapai dalam forum pra-musyawarah tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi wilayah, disepakati tiga poin utama yang akan dibawa ke tingkat selanjutnya yaitu Ketahanan Pangan, Perikanan (Hilirisasi) dan Pengolahan Sampah.
Ketiga poin tersebut beririsan langsung dengan 7 program unggulan Walikota, seperti Tasik Pelak dan Tasik Resik.
“Ruh dari Musrenbang adalah partisipasi masyarakat. Semua usulan ini berasal dari rembuk warga tingkat RT/RW yang dibawa kelurahan ke kecamatan. Skala prioritas ini krusial agar penggunaan APBD tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Sodik.
Kegiatan ini merupakan persiapan menuju Musrenbang tingkat kecamatan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026 mendatang.
![]()
Penulis : Momon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan