BNPMP Gelar Apel Kebangsaan, Pemkab Garut Soroti Tantangan Pembangunan

Selasa, 4 Februari 2025 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Barisan Nusantara Pembela Merah Putih (BNPMP) menggelar Haul Akbar dan Apel Kebangsaan di Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (4/2/2025).

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan diharapkan dapat memperkuat rasa kebangsaan serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Garut, dr. Maskut Farid, yang hadir dalma kesempatan tersebut, menyatakan bahwa apel kebangsaan ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal kinerja pemerintahan.

“Hal itu guna mewujudkan kemakmuran di lingkungan masyarakat. Karena stabilitas pemerintahan yang baik akan mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan daerah,” ungkapnya.

Saat ini, imbuh dr. Maskut, Kabupaten Garut masih menghadapi banyak tantangan, seperti rendahnya Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM), serta permasalahan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Sehingga perlu diciptakan suasana pemerintahan yang stabil ya, yang ditunjukkan oleh peran serta masyarakat yang seluas-luasnya sehingga pemerintah bisa bekerja maksimal untuk bisa mewujudkan visi-misinya,” paparnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang ada di Kabupaten Garut.

Sementara itu, Ketua Umum BNP MP, KH. Aceng Abdul Mujib, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

Ia menjelaskan bahwa Apel Kebangsaan ini digelar dalam rangka Haul Akbar Pendiri Pondok Pesantren Fauzan, almarhum KH. Muhammad Umar Basri. Ponpes Fauzan sendiri kini telah berusia 175 tahun.

“Pilar utama pesantren, adalah ulama, di mana tugas ulama tidak hanya mengajar atau menjadi imam salat, tetapi juga menjaga agama, negara, dan rakyat,” sebut Aceng Abdul Mujib.

Ia menegaskan bahwa Islam yang diajarkan di pesantren harus berlandaskan dakwah rahmatan lil alamin, yaitu Islam yang mengayomi semua pihak dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Ketika ulama menjaga agama, maka ulama pesantren harus menjalankan tugas dari Allah, konteks agama adalah agama Islam, Islam yang dibawa adalah itu dakwah rahmatan lil alamin,” tandasnya.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Unsa Makassar Go Nasional: Arif Maulana Jadi Pemakalah Konferensi Hukum Tata Negara IX
Merek Koperasi Diduga Topeng Lintah Darat, DPRD Kota Tasikmalaya Minta Usut Tuntas
Kapal Virgo Tenggelam: 11 Warga Garut Selamat, Bupati Abdusy Syakur Bergerak Bantu Penanganan
Siap-Siap Menyambut Kereta Api Lokal Tasikmalaya, KAMMI Dorong Integrasi Transportasi Priangan Timur
Kapolres Garut Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Integritas
Bupati Jeneponto Hadiri Coffee Morning, Perkuat Koordinasi Perangkat Daerah
Diduga Salah Sasaran, Penyaluran Bantuan Becak Listrik di Kota Tasikmalaya Mulai Menuai Polemik
Remaja 19 Tahun Warga Sumedang Dilaporkan Hilang! Ini Ciri-Cirinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:57 WIB

Unsa Makassar Go Nasional: Arif Maulana Jadi Pemakalah Konferensi Hukum Tata Negara IX

Senin, 14 September 2026 - 19:37 WIB

Merek Koperasi Diduga Topeng Lintah Darat, DPRD Kota Tasikmalaya Minta Usut Tuntas

Senin, 14 September 2026 - 16:43 WIB

Kapal Virgo Tenggelam: 11 Warga Garut Selamat, Bupati Abdusy Syakur Bergerak Bantu Penanganan

Senin, 14 September 2026 - 16:26 WIB

Siap-Siap Menyambut Kereta Api Lokal Tasikmalaya, KAMMI Dorong Integrasi Transportasi Priangan Timur

Senin, 14 September 2026 - 12:51 WIB

Kapolres Garut Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Integritas

Berita Terbaru