Tasikmalaya, MNP – Kondisi Jalan AH Nasution di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, memicu keluhan warga dan pengguna jalan.
Proyek perbaikan jalan yang telah dikerjakan beberapa waktu lalu justru menjadi sumber kecelakaan.
Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh akibat permukaan jalan yang rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki secara tuntas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, proyek ini menggunakan anggaran yang disebut mencapai miliaran rupiah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, hingga kini perbaikan baru sebatas pengerukan jalan, tanpa tindak lanjut berupa pengaspalan atau perataan kembali.
Permukaan jalan dibiarkan tidak rata, berbatu, dan berdebu, sehingga sangat membahayakan, terutama pada malam hari.
“Sudah banyak motor jatuh di sini, terutama malam-malam. Batu-batu berserakan, jalan terjal, dan nggak ada rambu peringatan. Padahal katanya ini proyek besar,” ujar Ujang (41), salah seorang pengemudi ojek online yang kerap melintasi ruas tersebut, Selasa (22/7/2025).
Menurut warga, proyek tersebut justru memperparah kondisi jalan yang sebelumnya masih bisa dilalui dengan aman.
Kini, para pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terjerembab ke lubang atau tergelincir karena material sisa pengerjaan.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Mereka mempertanyakan kualitas pelaksanaan proyek dan pengawasan oleh instansi terkait.
Pasalnya, selain tidak ada kejelasan soal kelanjutan proyek, papan informasi kegiatan juga tidak terlihat di lokasi pengerjaan.
“Kalau memang pakai dana miliaran, ke mana uangnya? Hasilnya mana? Ini bukan pembangunan, tapi malah bikin celaka warga. Harus ada yang bertanggung jawab,” kata Asep Setiadi ketua DPC PWRI kota Tasikmalaya
Ia mendesak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk turun langsung ke lapangan dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Menurutnya, proyek seperti ini tidak bisa dibiarkan mangkrak tanpa pengawasan dan evaluasi.
“Jangan nunggu korban jiwa baru bertindak. Jalan ini padat kendaraan setiap hari. Jangan sampai anggaran habis, tapi hasilnya nihil,” tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat maupun dinas teknis terkait lainnya mengenai progres proyek dan penyebab keterlambatan pekerjaan.
DPC PWRI Kota Tasikmalaya telah mencoba menghubungi beberapa pihak terkait, namun belum mendapat respons.
Sementara itu, masyarakat berharap proyek ini segera dilanjutkan secara menyeluruh, termasuk proses pengaspalan dan penyelesaian akhir.
Mereka juga meminta pemerintah lebih terbuka dalam memberikan informasi kepada publik agar tidak menimbulkan prasangka dan kekecewaan yang lebih besar.
Jalan AH Nasution merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Kota Tasikmalaya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan angka kecelakaan akan terus bertambah dan merugikan warga pengguna jalan.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan