TASIKMALAYA, MNP – Kondisi sarana dan prasarana di SD Negeri 3 Puspahiang, yang berlokasi di Kampung Curughawu, Desa Puspajaya, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, kian mengkhawatirkan.
Sejak tahun 2019, sekolah yang menampung lebih dari 200 siswa ini luput dari bantuan rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru dari pemerintah melalui dinas terkait.
Pantauan di lokasi menunjukkan hampir seluruh ruang kelas di sekolah ini dalam kondisi rusak dan memprihatinkan. Bahkan, ruang kelas V terpaksa dikosongkan dan pintu diaksesnya ditutup rapat demi keselamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisi kelas V parah sekali. Pintunya kami tutup rapat karena khawatir bangunannya roboh. Terlebih kalau hujan turun, ruangan tersebut langsung banjir,” ujar Plt. Kepala Sekolah SDN 3 Puspahiang, Lilis Suryati, Jumat (19/06).
Tak hanya bangunan yang lapuk dimakan usia, fasilitas belajar mengajar di sekolah ini pun jauh dari kata layak. Meja dan kursi (mebeler) siswa sudah rusak dan tidak diganti, berbanding terbalik dengan sekolah-sekolah lain yang sudah mendapatkan fasilitas baru yang memadai.
Kerusakan bangunan di SDN 3 Puspahiang dinilai sudah masuk dalam tahap kritis. Bahkan, tukang bangunan yang sempat diminta memeriksa kondisi atap menolak untuk melakukan perbaikan minor.

Mereka mengaku tidak berani mengganti kayu rangka atap karena struktur bangunan yang sudah terlalu rapuh dan berisiko ambruk seketika.
Ancaman keselamatan tidak berhenti di ruang kelas. Ruang kantor guru saat ini berada dalam posisi yang sangat rawan karena terancam longsor. Kondisi ini kian mencemaskan mengingat tepat di bawah area yang rawan longsor tersebut terdapat pemukiman atau rumah warga.
Keluhan dan keresahan kini dirasakan oleh hampir seluruh guru beserta orang tua siswa. Mereka merasa pihak dinas terkait seolah menutup mata dan memandang sebelah mata keberadaan SDN 3 Puspahiang.
Pihak sekolah mengaku heran, sebab pada tahun anggaran ini banyak sekolah lain di Kabupaten Tasikmalaya yang mendapatkan program revitalisasi, namun SDN 3 Puspahiang justru kembali terlewatkan.
Para guru dan orang tua murid sangat berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Dinas Pendidikan, dapat segera turun tangan memberikan bantuan renovasi sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, demi menjamin keselamatan serta kenyamanan proses belajar mengajar anak-anak.
![]()
Penulis : Sari
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan