Amankan Aksi Massa di DPR RI, Ratusan Petugas Dishub dan Kepolisian Disiagakan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MNP – Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi penyampaian pendapat di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Aksi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kritik dan tuntutan terhadap kebijakan pemerintah maupun persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian.

Beberapa kelompok yang dijadwalkan ambil bagian antara lain Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).

Masing-masing membawa agenda dan tuntutan yang berbeda, mulai dari pemberantasan korupsi hingga persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu tuntutan yang mencuat adalah desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan. Selain itu, AMPB juga membawa tuntutan agar koruptor mendapatkan hukuman berat, termasuk dorongan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Aksi tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan masyarakat yang menyuarakan pemberantasan korupsi dan perbaikan tata kelola pemerintahan.

Tidak hanya isu hukum dan korupsi, massa juga menyuarakan persoalan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.

Stabilitas harga kebutuhan pokok, kondisi ekonomi rakyat, pendidikan, ketenagakerjaan, serta evaluasi sejumlah program pemerintah turut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan dalam rangkaian aksi tersebut.

Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 500 peserta akan mengikuti aksi berdasarkan pemberitahuan yang telah diterima kepolisian.

Namun, jumlah massa di lapangan masih berpotensi berubah karena adanya berbagai kelompok yang datang dari sejumlah daerah.

Untuk mengantisipasi dampak aksi terhadap aktivitas masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menyiagakan 120 petugas.

Mereka dibagi dalam dua sif untuk mengatur lalu lintas dan melakukan rekayasa arus kendaraan secara situasional apabila terjadi peningkatan kepadatan di sekitar kawasan DPR/MPR.

Di tengah berlangsungnya aksi, tuntutan masyarakat kembali mengingatkan bahwa demokrasi bukan sekadar kegiatan lima tahunan di bilik suara. Demokrasi juga memberikan ruang bagi warga negara untuk menyampaikan kritik dan aspirasi secara terbuka.

Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya menyatakan DPR siap menerima aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi demonstrasi.

Ia juga mengimbau peserta aksi menjaga ketertiban agar penyampaian pendapat dapat berlangsung aman dan tidak berubah menjadi kericuhan.

Kini perhatian publik tertuju pada bagaimana DPR dan pemerintah merespons berbagai tuntutan tersebut.

Sebab, demonstrasi bukan hanya tentang banyaknya massa yang turun ke jalan, tetapi juga tentang apakah suara masyarakat benar-benar didengar dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang nyata.

Masyarakat berharap aksi berlangsung damai, tanpa provokasi maupun tindakan anarkis.

Di sisi lain, pemerintah dan DPR dituntut tidak sekadar menerima aspirasi secara simbolis, tetapi mampu memberikan jawaban dan solusi terhadap persoalan yang menjadi keresahan masyarakat.

Aksi 27 Agustus ini kembali menjadi pengingat bahwa ketika masyarakat merasa aspirasinya belum mendapatkan jawaban, jalanan masih menjadi salah satu ruang untuk menyuarakan kegelisahan.

Tantangannya kini adalah memastikan suara tersebut tidak berhenti sebagai teriakan di depan gedung parlemen, tetapi berlanjut menjadi perubahan kebijakan yang benar-benar dirasakan rakyat.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Heboh! Proyek Pengendalian Banjir Sungai Saddang Rp 11,8 M Diduga Asal Tumpuk
Ada Pidato dan Kreasi Seni Siswa, Intip Peringatan Maulid Nabi di SMPN 16 Tasikmalaya
Perumahan Parahyangan Bantah Tutup Saluran, Minta Tuduhan Dibuktikan Secara Hukum
Fakta Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta Desa Pangkan Terbongkar, Publik Menanti Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih.
20 Tahun Hadir untuk Indonesia, Primaya Hospital Rayakan Perjalanan Bersama Lewat “One Primaya”
Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Dugaan Bangunan di Atas Saluran Air Perumahan Parahyangan
PT Indopenta Sejahtera Abadi dan ATR/BPN Bartim Bungkam, Soal Dugaan Penguasaan 171 Lahan di Luar HGU 
Sat Polairud Bersama Tim SAR Gabungan Temukan Satu Korban Laka Laut di Muara Kancil Cikelet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Amankan Aksi Massa di DPR RI, Ratusan Petugas Dishub dan Kepolisian Disiagakan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Heboh! Proyek Pengendalian Banjir Sungai Saddang Rp 11,8 M Diduga Asal Tumpuk

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Ada Pidato dan Kreasi Seni Siswa, Intip Peringatan Maulid Nabi di SMPN 16 Tasikmalaya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Perumahan Parahyangan Bantah Tutup Saluran, Minta Tuduhan Dibuktikan Secara Hukum

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Fakta Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta Desa Pangkan Terbongkar, Publik Menanti Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih.

Berita Terbaru