Alarm Serius di Ponpes Lamsel: Santri Alami Ancaman “Saya Habisi Kamu,” Pengurus Dinilai Hanya Andalkan Laporan

Minggu, 14 Desember 2025 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, MNP – Lemahnya pengawasan terhadap santri di Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin, Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung kembali menjadi sorotan.

Sejumlah peristiwa yang mencuat—mulai dari dugaan perundungan, santri kabur berulang kali, hingga laporan santri yang diabaikan—dinilai menunjukkan kegagalan pengurus dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan terhadap anak didik.

Pengawasan yang semestinya dilakukan secara aktif justru dinilai pasif dan bergantung pada laporan santri.

Padahal, dalam lingkungan tertutup seperti pondok pesantren, santri—terutama yang menjadi korban perundungan—kerap berada dalam kondisi tertekan dan takut untuk melapor.

Ketergantungan pada laporan semata dinilai membuka ruang terjadinya kekerasan berulang tanpa terdeteksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan pengawasan di Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin bukan kali pertama terjadi.

Pada tahun 2020, seorang santri diduga mengalami perundungan berat hingga berdampak pada kondisi mentalnya dan harus mendapatkan penanganan di luar lingkungan pondok.

Peristiwa tersebut sempat menimbulkan keprihatinan, namun dinilai tidak diikuti pembenahan sistem pengawasan yang memadai.

Kondisi serupa kembali terulang pada tahun ini. Seorang santri dilaporkan kabur dari pondok hingga dua kali.

Berdasarkan keterangan wali santri, peristiwa kaburnya santri tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Pada kejadian pertama, santri kabur setelah diketahui melanggar aturan pondok dengan merokok.

Namun, pada kejadian kedua, wali santri menyampaikan bahwa anaknya mengaku tidak betah berada di pondok karena terus mengalami perundungan dari sesama santri serta barang-barang pribadinya yang kerap hilang.

Fakta santri kabur berulang kali dinilai sebagai indikator kuat lemahnya pengawasan internal.

Selain kasus tersebut, redaksi juga memperoleh informasi adanya santri lain yang diduga mengalami perundungan disertai ancaman serius dari sesama santri dengan ucapan, “saya habisi kamu.”

Ancaman tersebut disebut menimbulkan ketakutan mendalam dan tekanan mental pada korban, hingga yang bersangkutan memilih untuk tidak melanjutkan mondok di Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin karena kekhawatiran akan keselamatan dan kondisi psikologisnya.

Peristiwa tersebut seharusnya menjadi alarm serius bagi pengurus untuk melakukan evaluasi menyeluruh, namun justru terkesan dibiarkan hingga terjadi pengulangan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terkait sejauh mana pengurus benar-benar memantau kondisi psikologis dan keamanan santri.

Selain perundungan, lemahnya pengawasan juga tercermin dari pengabaian laporan santri terkait kehilangan kunci lemari pribadi.

Santri tersebut telah menyampaikan laporan kepada pengurus, namun tidak segera ditindaklanjuti.

Akibatnya, santri tidak dapat mengakses barang dan pakaian miliknya sendiri, hingga terpaksa menggunakan pakaian milik santri lain untuk beraktivitas.

Peristiwa ini dinilai mencerminkan rendahnya kepedulian pengurus terhadap kebutuhan dasar santri.

Masalah sederhana yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat justru dibiarkan berlarut-larut, menandakan tidak adanya sistem kontrol dan pengawasan harian yang efektif.

Saat dikonfirmasi, salah satu pengurus Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui permasalahan santri selama tidak ada laporan yang masuk.

Pernyataan ini justru memperkuat kritik publik, karena menunjukkan pola pengawasan pasif dan minim inisiatif. Terlebih, dalam kasus kehilangan kunci lemari, laporan telah disampaikan, namun tetap tidak direspons dengan cepat.

Sejumlah wali santri dan masyarakat menilai, pengawasan yang hanya mengandalkan laporan santri merupakan bentuk kelalaian serius.

Pengurus dinilai seharusnya memiliki sistem pemantauan rutin, pendampingan aktif, serta mekanisme pengaduan yang aman dan berpihak kepada santri.

Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin, khususnya terkait tanggung jawab pengurus dalam menjamin keamanan, kenyamanan, serta kesehatan mental santri.

Hingga berita ini diterbitkan, pimpinan Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan lemahnya pengawasan dan berbagai peristiwa yang dialami santri.

Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Menjaga Marwah di Ruang Maya: Kepala Humas UNIMEN Tempa Reputasi Digital Berbasis Nilai Islam di Makassar
77 Hektare Proyek Cetak Sawah Distan Bartim Gagal Total: Dugaan Perencanaan Asal-asalan hingga Lemahnya Pengawasan
Permatadora Tasikmalaya Bubar! Ini Penyebabnya
Muncul Isu Sekda Impor, PSU Ingatkan Bupati Tasikmalaya Dampak Demotivasi ASN Lokal
Perebutan Tiket Regional, 24 Tim U-12 Beradu Gengsi di Liga Jabar Istimewa
Hardiknas 2026, Reni Sugiarti Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Pendidikan
Polres Pakpak Bharat Berintegritas dan Humanis, Peringatan May Day Berjalan Aman Kondusif
Satu Pelaku Buron, Sat Narkoba Polres Garut Bekuk Pengedar Sabu

Satu tanggapan untuk “Alarm Serius di Ponpes Lamsel: Santri Alami Ancaman “Saya Habisi Kamu,” Pengurus Dinilai Hanya Andalkan Laporan”

  1. This іs vеry іnteresting, Yoᥙ’re a very skilled blogger.
    І have joined your feed and look forwɑrd to sеeking more of your magnificent post.
    Also, I have shаred your website in my social networks!

    My homepage: fintechbase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:36 WIB

Menjaga Marwah di Ruang Maya: Kepala Humas UNIMEN Tempa Reputasi Digital Berbasis Nilai Islam di Makassar

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:09 WIB

77 Hektare Proyek Cetak Sawah Distan Bartim Gagal Total: Dugaan Perencanaan Asal-asalan hingga Lemahnya Pengawasan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:15 WIB

Permatadora Tasikmalaya Bubar! Ini Penyebabnya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:01 WIB

Muncul Isu Sekda Impor, PSU Ingatkan Bupati Tasikmalaya Dampak Demotivasi ASN Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:26 WIB

Perebutan Tiket Regional, 24 Tim U-12 Beradu Gengsi di Liga Jabar Istimewa

Berita Terbaru

Berita terbaru

Permatadora Tasikmalaya Bubar! Ini Penyebabnya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:15 WIB