HIMAS, Memperkuat Hak Menentukan Nasib Sendiri, Jalan Menuju Kedaulatan Pangan

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banten, MNPAcara yang diinisiasi serta dipanitiai bersama AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara), yang digelar di Kampung Adat Kasepuhan Guradog, Desa-Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak-Banten, berlangsung cukup meriah dan kondusif hingga hari kedua dari tiga hari yang telah dijadwalkan panitia bersamanya.

Begitu pun antusiasme dari warga sekitar lokasi acaranya, ikut menjadi bagian berhasilnya acara bertaraf internasional ini. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia acara, Lasron Sinurat, di hadapan media ini, ditemui di lokasi ketika break acara tersebut.

Menurutnya, acara mereka bersama masyarakat adat dan warga di sekitar acara, memang selalu seperti itu sikonnya dimana pun acara serupa mereka gelar.

Sama halnya dengan acara di sini, yang sukses melewati hari kedua. Yang sudah dihadiri beberapa perwakilan unsur komunitas dari masyarakat adat wilayah Banten Selatan.

Bahkan untuk giat puncak acara mereka besok sudah dapat konfirmasi dari pihak pemerintahan yang hendak menghadiri acara tersebut.

Adapun beberapa pihak itu antara lain, Gubernur serta WaGub Banten, Gubernur Jabar, Bupati serta Wabup Lebak, Wabup Bogor, wakil dari Polda Banten beserta jajaran Polres Lebak, serta beberapa pihak komunitas adat yang mereka undang.

Semua terdiri dari 7 Region, antara lain Region Jawa ini, Region Sumatera, Region Bali-Nusa Tenggara, Region Sulawesi, Kalimantan serta Region Maluku dan Papua. Yang kesemuanya itu telah hadir sejak hari pertama di lokasi acara, dengan gelar beragam agenda bahasan mereka bersama-sama.

Selain para tamu tersebut diatas, Lasron mengatakan akan ikut dihadiri pula oleh jajaran Empat Kementerian RI, antara lain. Kementerian Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, lalu Kementerian Pertanian dan Kementerian HAM.

Selain mereka akan hadir pula unsur Legislatif, yakni anggota DPRD Kab Lebak serta anggota DPRD Kab Bogor.

Lasron tambahkan, alasan dari digelarnya HIMAS di Guradog tersebut karena menyesuaikan tema acaranya, yakni Kedaulatan Pangan.

Adapun dipilihnya Guradog, karena Guradog merupakan anggota AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara), yang konsisten melaksanakan Tradisi Adat, terutama dalam pelestarian tradisi pola tanam pertanian tanaman pangan di wilayah Guradog.

Sedangkan terkait tanggal 9 Agustus dijadikan puncak acara, itu merupakan suatu penghargaan mereka, pada momentum dicetuskannya urusan masyarakat adat di forum Perserikatan Bangsa Bangsa, yang dimulai sejak era tahun 80-an hingga era tahun 1990-an.

Dan tanggal 9 Agustus 1994 merupakan tonggak sejarah untuk awal ditetapkannya sebagai Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) saat itu, hingga kini.

Sedangkan pemilihan serta penetapan daerah mana yang hendak dijadikan tuan rumah untuk kegiatan tahun berikutnya, serta tahun-tahun sebelum nya, itu bergantung situasi dan kondisi terkait moment dan kebutuhan tema acara.

Terkait Tema Acara kali ini, mengandung makna suatu gerakan perlawanan rakyat, serta seluruh masyarakat adat se-Indonesia bahkan internasional, terhadap hal – hal berbau penjajahan baik pisik maupun non pisik, dan perlawanan untuk melawan kepunahan hak masyarakat adat.

Hal itu dinilai penting dilakukan, demi tercapainya dan demi benar-benar bisa dinikmati nya kedaulatan nyata multi dimensi, lebih khususnya di bidang kedaulatan pangan masyarakat Indonesia juga masyarakat dunia.

Lasron Sinurat menjelaskan, ruh dari gelaran acara ini, adalah kekuatan harapan besar bersama, yakni Satu tuntutan seluruh Pengurus hingga Anggota, di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara beserta seluruh komunitasnya, dari seluruh wilayah Indonesia, bahkan dunia internasional.

“Ya, dengan mendesak semua unsur pemerintahan segera mengesahkan RUU menjadi Undang-undang, itu tentang berbagai hak substansial masyarakat adat, disertai perlindungan menyeluruh terhadap Masyarakat Adat di seluruh Nusantara,” pungkas Lasron Sinurat.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Aspal Boleh Mengering, Gotong Royong Tak Boleh Pudar: Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Bersihkan Jalan
Hadir di Kala Duka, Satgas TMMD 0612/Tasikmalaya Buktikan Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat
Wisuda UNIGA ke-XLIV, Bupati Garut Ajak Lulusan Jadi SDM Berakhlak Mandiri dan Kompeten
Impian Terwujud, Warga dan Santri Parungponteng Sambut Pembangunan MCK TMMD Ke-129
Kibar Budaya 2026: Geliat Anyaman Bambu Situbeet Dongkrak Ekonomi Kreatif
Utamakan Kepuasan Konsumen, SPBU 34.44129 Selaawi Garut Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Milangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, Momentum Memperkuat Persatuan dan Mewujudkan Tasik Raharja
Kawal Laporan Penghinaan Suku Pakpak, Tokoh Muda Zulkarnain Berutu Penuhi Panggilan Polres Dairi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:06 WIB

Aspal Boleh Mengering, Gotong Royong Tak Boleh Pudar: Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Bersihkan Jalan

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:20 WIB

Hadir di Kala Duka, Satgas TMMD 0612/Tasikmalaya Buktikan Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:11 WIB

Wisuda UNIGA ke-XLIV, Bupati Garut Ajak Lulusan Jadi SDM Berakhlak Mandiri dan Kompeten

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:18 WIB

Impian Terwujud, Warga dan Santri Parungponteng Sambut Pembangunan MCK TMMD Ke-129

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:54 WIB

Kibar Budaya 2026: Geliat Anyaman Bambu Situbeet Dongkrak Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru