Aktivasi KIS Mendadak Nonaktif, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Tuai Kritik

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Permasalahan pelayanan publik kembali mencuat di Kota Tasikmalaya, Kamis (05/02/2026).

Kali ini, Dinas Sosial disorot tajam akibat kebijakan aktivasi Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang mendadak berubah sehingga menyebabkan kartu yang sebelumnya aktif menjadi nonaktif tanpa pemberitahuan kepada masyarakat.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan dan keluhan luas dari warga.
Kritik keras disampaikan oleh Ketua DPC Ormas Gaza Wilayah Mangkubumi Kota Tasikmalaya, H. Agus Warsan, melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis, (5/02).

Ia menilai kebijakan tersebut tidak hanya membingungkan, tetapi juga berpotensi merugikan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada layanan kesehatan pemerintah.

Menurut H. Agus Warsan, persoalan ini dialami langsung oleh kakak kandungnya saat hendak menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan di RSUD dr. Soekardjo.

Tanpa pemberitahuan sebelumnya, KIS yang selama ini aktif tiba-tiba dinyatakan tidak aktif oleh pihak rumah sakit.

“Saya sangat terkejut dan kecewa. Kartu KIS yang selama ini digunakan ternyata mendadak nonaktif, padahal tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak mana pun. Ini bukan persoalan sepele, ini menyangkut hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan,” ujar H. Agus Warsan.

Ia menambahkan, saat melakukan konfirmasi ke Dinas Sosial, dirinya mendapat penjelasan bahwa aturan telah berubah.

Berdasarkan keterangan petugas Dinas Sosial, kartu KIS baru dapat diaktifkan kembali setelah pasien terlebih dahulu dirawat.

“Jika benar demikian, maka ini kebijakan yang sangat tidak manusiawi. Apakah rakyat harus benar-benar terkapar terlebih dahulu baru negara hadir memberikan pertolongan? Ini logika yang sangat menyakitkan bagi masyarakat,” tegasnya.

H. Agus Warsan menilai, selama ini masyarakat sebenarnya telah merasakan manfaat pelayanan kesehatan dari pemerintah.

Namun perubahan aturan tanpa sosialisasi justru mencederai kepercayaan publik dan seolah mempersulit akses terhadap pelayanan publik.

“Coba bayangkan jika seseorang dalam kondisi darurat, tidak memiliki keluarga, dan KIS-nya nonaktif. Siapa yang akan mengurus administrasi tersebut? Aturan seperti ini sama saja menempatkan rakyat dalam posisi yang sangat rentan,” lanjutnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya menyatakan akan segera melayangkan surat resmi kepada Dinas Sosial Kota Tasikmalaya untuk mengajukan audiensi.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan aksi demonstrasi apabila tidak ada penjelasan dan perbaikan kebijakan.

“Kami tidak bermaksud menghambat kebijakan pemerintah, namun kami menuntut kejelasan, transparansi, dan keberpihakan yang nyata kepada masyarakat. Jangan sampai pelayanan kesehatan justru menjadi momok yang menakutkan bagi rakyat,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Arrie Haryadi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Obelix Sea View, Wisata Hits Jogja dengan Sunset Pemandangan Samudra Hindia
Lestarikan Budaya Sunda, Ratusan Siswa SD di Bungursari Kota Tasikmalaya Ikuti FTBI 2026
Tinjau Lokasi, Dinas PUTR Temukan Pelanggaran Serius Bangunan SPPG di Sempadan Sungai Ciwangsa
Miris! Dua Pelajar SMA di Garut Terciduk Jualan Miras, Begini Nasibnya Sekarang
Sungai Sirau Tercemar? Jejak Aktivitas Tambang dan Dugaan Pelanggaran Perizinan di Barito Timur
Sidak Senpi di Pakpak Bharat, Tim Divpropam dan Slog Polri Tidak Temukan Pelanggaran Prosedur
Semangat Kebersamaan Awali Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Meranti
Peluang Emas, Pemerintah Buka Lowongan Posisi Manager Kopdes, Lolos Seleksi Jadi Pegawai BUMN 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:54 WIB

Obelix Sea View, Wisata Hits Jogja dengan Sunset Pemandangan Samudra Hindia

Jumat, 17 April 2026 - 13:29 WIB

Lestarikan Budaya Sunda, Ratusan Siswa SD di Bungursari Kota Tasikmalaya Ikuti FTBI 2026

Jumat, 17 April 2026 - 12:27 WIB

Tinjau Lokasi, Dinas PUTR Temukan Pelanggaran Serius Bangunan SPPG di Sempadan Sungai Ciwangsa

Jumat, 17 April 2026 - 12:00 WIB

Miris! Dua Pelajar SMA di Garut Terciduk Jualan Miras, Begini Nasibnya Sekarang

Jumat, 17 April 2026 - 11:35 WIB

Sungai Sirau Tercemar? Jejak Aktivitas Tambang dan Dugaan Pelanggaran Perizinan di Barito Timur

Berita Terbaru