Tasikmalaya, MNP – Ketua umum Gapura Tatang Sutarman angkat bicara terkait jebloknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tasikmalaya, terutama dalam retribusi parkir di Dinas Perhubungan.
Menurutnya, pemasukan Rp 300 juta dari target Rp 2 Miliar dari sisi parkir di kota Tasikmalaya sudah tidak masuk akal, pasalnya kendaraan setiap harinya bertambah bukan berkurang.
“Saya heran, dan merasa mustahil untuk satu tahun ini penghasilan parkir hanya mencapai Rp 300 juta, padahal target PAD dari parkiran itu Rp 2 Miliar,” ucap Tatang Toke, Rabu (15/03).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selaku bagian dari masyarakat, dirinya mempunyai hak dan kewajiban untuk menyikapi masalah parkir yang sudah tak masuk akal.
Tatang menyebut, harusnya Pemkot Tasikmalaya legowo, kalau memang tidak mampu mengelola pendapatan dari bidang parkir, kenapa tidak dilemparkan ke pihak ketiga?
“Kalau bisa parkir dikelola oleh pihak ketiga, saya orang pertama yang akan mengikuti lelang kalau parkir yang ada di kota Tasikmalaya dikelola pihak ketiga, yang penting pemerintah percaya,” kata Tatang Toke.
Dia menegaskan, harus ada perbaikan dari pengelolaan parkir dilapangan, setiap kendaraan bermotor harus menerima alat bukti atau resi, sebagai bukti yang harus dipertanggungjawabkan.
“Jadi imbauan saya untuk pemerintah kota, khususnya pak Sekda untuk tahun 2024 parkir di pihak ketigakan, karena menurut saya Pemkot tidak mampu untuk mengelolanya, kasihan uang rakyat setelah menjadi uang dikemanakan?,” tanya Tatang.
Selain itu, Tatang Toke mengaku tahu sumber sumber parkir ini, terutama Asia Plaza, RSUD dr Soekardjo, hotel, Mall yang ada di Tasikmalaya, seharusnya target sudah terpenuhi.
“Jadi sekali lagi kami meminta parkiran di kota Tasikmalaya melalui pihak ketiga dan dilelang saja,” pungkasnya. (SN)
![]()









Tinggalkan Balasan