Ngarumat Hulu Cai: Paguron Trah Karsid Ingatkan Pentingnya Jaga Alam dan Budaya di Gunung Kokosan

Rabu, 22 April 2026 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Suasana sakral menyelimuti kawasan Gedong Cai Gunung Kokosan, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (22/04/2026).

Paguron Trah Karsid menghadiri tradisi “Ngarumat Hulu Cai” sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian terhadap sumber mata air.

Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan prosesi unik dengan melibatkan sembilan sosok sepuh sakral berpakaian putih yang mewakili Trah Karsid dan bagian dari Sembilan Naga Galunggung.

Selain itu, generasi muda dari paguron turut menampilkan atraksi silat tradisi dan narasi teaterikal “Ngarumat Hulu Cai” yang melibatkan anak-anak usia dini.

Ketua Paguron Trah Karsid, Nanang Tarya Somantri, A.Ma., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung semangat “Ngahiji Rasa Ngahiji Raga”.

Menurutnya, manusia dan alam tidak dapat dipisahkan, sehingga merawat hulu cai (sumber air) sama dengan merawat kehidupan itu sendiri.

“Ini adalah upaya agar jati teu kasilih ku juti. Kita berkumpul bersama penggiat budaya se-Kota Tasikmalaya untuk memelihara alam. Namun, di balik kemeriahan ini, ada PR besar bagi kita semua mengenai nasib silat tradisi di era sekarang,” ungkap Nanang.

Nanang secara terbuka menyuarakan keprihatinannya terhadap dunia pendidikan yang dinilai belum memberikan apresiasi layak bagi prestasi silat tradisi.

Ia menyayangkan sertifikat kemahiran silat tradisi atau “ngibing” seringkali tidak diakui sebagai jalur prestasi di sekolah, sehingga minat generasi muda mulai menurun.

“Anak-anak sekarang mulai enggan karena sertifikat ngibingnya dianggap tidak ‘laku’ di sekolah. Ini perjuangan berat bagi kami. Meskipun belum ada bantuan formal dari berbagai pihak, termasuk sektor pendidikan, kami akan terus bertahan melestarikan budaya leluhur,” tegasnya.

Melalui wadah Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI), Nanang beserta jajaran pengurus berkomitmen untuk terus mendobrak kebijakan pemerintah agar seni tradisi mendapatkan perhatian yang lebih serius.

Ia berharap kedepan, kegiatan seperti Ngarumat Hulu Cai tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga pemantik bagi pemangku kebijakan untuk lebih peduli terhadap nasib para pejuang budaya di garda terdepan.

Loading

Penulis : Momon

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Komisi III DPRD Minta BPN Tegas Soal Dokumen Lahan Lapangan Padel: “Jangan Ada Multitafsir”
Sidang Kasus Penusukan Cieunteung Diwarnai Aksi Protes Keluarga Korban
Kapolres Garut Sambut Menhan Sjafrie Sjamsudin di Cikelet, Perkuat Keamanan Wilayah Selatan
Ketua Komisi III DPRD Warning Pengelola SPPG Awipari: PBG Tak Akan Terbit Jika Tabrak Sempadan Sungai
Eksekusi Lahan Gereja GKPI Salak Tuntas, Ratusan Personel Gabungan Pastikan Situasi Aman Terkendali
TNI Manunggal Membangun Desa ke-128 Resmi Dibuka di Garut
Peduli Keluarga Warga Binaan, Lapas Kendal Serahkan Bantuan Gerobak UMKM
Kerap Dirazia, Peredaran Rokok Ilegal Tetap Menjamur di Pemalang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 22:01 WIB

Komisi III DPRD Minta BPN Tegas Soal Dokumen Lahan Lapangan Padel: “Jangan Ada Multitafsir”

Rabu, 22 April 2026 - 21:45 WIB

Ngarumat Hulu Cai: Paguron Trah Karsid Ingatkan Pentingnya Jaga Alam dan Budaya di Gunung Kokosan

Rabu, 22 April 2026 - 21:27 WIB

Sidang Kasus Penusukan Cieunteung Diwarnai Aksi Protes Keluarga Korban

Rabu, 22 April 2026 - 19:22 WIB

Kapolres Garut Sambut Menhan Sjafrie Sjamsudin di Cikelet, Perkuat Keamanan Wilayah Selatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:54 WIB

Ketua Komisi III DPRD Warning Pengelola SPPG Awipari: PBG Tak Akan Terbit Jika Tabrak Sempadan Sungai

Berita Terbaru