TASIKMALAYA, MNP — Turnamen Sepak Bola U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya terus bergulir dan kini telah memasuki babak akhir putaran pertama.
Kompetisi yang diikuti tim-tim perwakilan kecamatan tersebut berlangsung semarak, kompetitif, serta mendapat antusiasme tinggi dari para pemain dan masyarakat.
Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, perangkat pertandingan, serta masyarakat yang telah mendukung keberlangsungan turnamen tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Turnamen U-40 bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menjaga kebugaran, serta merawat semangat sepak bola di kalangan pemain senior.
“Alhamdulillah, turnamen U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya dapat berjalan dengan baik dan saat ini sudah memasuki babak akhir putaran pertama. Kami melihat antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap sepak bola tetap tumbuh, bahkan di kalangan pemain yang sudah berusia 40 tahun ke atas,” ujar H. Wahid.
Ia menilai, keberlangsungan turnamen tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Persaingan di lapangan, kata dia, harus tetap dibingkai dengan semangat sportivitas, kebersamaan, dan saling menghargai.
H. Wahid juga mengingatkan seluruh tim agar menjaga kondusivitas pertandingan serta menjunjung tinggi nilai fair play. Menurutnya, kualitas kompetisi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh sikap para pemain, ofisial, dan pendukung dalam menjalani setiap pertandingan.
“Kami berharap seluruh peserta tetap menjaga sportivitas dan mengikuti pertandingan dengan penuh tanggung jawab. Menang dan kalah merupakan bagian dari kompetisi, tetapi persaudaraan, silaturahmi, dan nama baik sepak bola Kota Tasikmalaya harus menjadi hal yang utama,” katanya.
Memasuki babak akhir putaran pertama, H. Wahid berharap persaingan antartim semakin menarik dan tetap berlangsung dalam suasana yang sehat. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia serta perangkat pertandingan yang telah memastikan seluruh rangkaian kompetisi berjalan secara tertib dan profesional.
Menurutnya, turnamen U-40 memiliki nilai strategis dalam menjaga eksistensi sepak bola di Kota Tasikmalaya. Selain menjadi wadah bagi para pemain senior untuk tetap aktif berolahraga, turnamen ini juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan mengembangkan sepak bola.
“Turnamen ini kami harapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi agenda yang berkelanjutan. Sepak bola harus terus hidup di tengah masyarakat, dari usia muda hingga pemain senior. Semangat inilah yang ingin terus kami jaga bersama,” tutur H. Wahid.
Ia menambahkan, PSSI Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mendorong terselenggaranya kompetisi yang berkualitas, inklusif, dan mampu memperkuat ekosistem sepak bola daerah.
H. Wahid pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan tahapan berikutnya hingga turnamen berakhir. Ia berharap setiap pertandingan dapat menjadi tontonan yang menarik sekaligus menghadirkan nilai positif bagi masyarakat.
“Mari kita sukseskan turnamen ini dengan semangat kebersamaan. Bertanding dengan penuh gairah, menjunjung sportivitas, dan tetap menjaga persaudaraan. Karena pada akhirnya, sepak bola bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana kita membangun kebersamaan melalui olahraga,” pungkasnya.
Turnamen Sepak Bola U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya mendapat respons positif dari para peserta. Ajang ini dinilai bukan sekadar arena perebutan gelar juara, melainkan ruang penting untuk merawat silaturahmi, menjaga kebugaran, serta memperkuat persaudaraan antarpemain sepak bola di Kota Tasikmalaya.
Hal tersebut disampaikan Irfan Ramdani, Kapten Kesebelasan Kecamatan Kawalu, yang mengapresiasi terselenggaranya turnamen U-40 tersebut.
Menurut Irfan, kompetisi semacam ini memiliki arti penting karena memberi kesempatan kepada para pemain yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan, menyalurkan kecintaan terhadap sepak bola, sekaligus menjaga kebugaran di tengah kesibukan dan usia yang terus bertambah.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya turnamen U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya. Ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana kita bisa kembali bersilaturahmi, menjaga kebugaran, serta mempererat persaudaraan melalui sepak bola,” ujar Irfan.
Ia menilai, antusiasme pemain dari berbagai kecamatan menjadi bukti bahwa sepak bola tetap memiliki tempat kuat di tengah masyarakat. Bahkan setelah tidak lagi berada pada usia produktif sebagai pemain, semangat untuk bertanding, berkumpul, dan menjaga kebugaran tetap hidup.
Irfan juga mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum untuk meneguhkan nilai sportivitas, fair play, kebersamaan, dan rasa saling menghargai antarkesebelasan.
Menurutnya, kualitas sebuah turnamen tidak hanya diukur dari ketatnya persaingan, tetapi juga dari sikap para pemain dalam menerima kemenangan maupun kekalahan.
“Kami dari Kecamatan Kawalu tentu ingin memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana seluruh tim bisa menjaga sportivitas. Menang atau kalah itu bagian dari pertandingan, sementara persaudaraan dan silaturahmi harus tetap terjaga,” katanya.
Lebih jauh, Irfan berharap Turnamen U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan pengelolaan yang semakin baik dan partisipasi yang lebih luas.
Menurutnya, kompetisi tersebut membuktikan bahwa olahraga tidak mengenal batas usia. Selama dijalankan dengan semangat kebersamaan, disiplin, serta memperhatikan kondisi fisik masing-masing pemain, sepak bola tetap dapat menjadi ruang aktualisasi sekaligus sarana memperkuat hubungan sosial.
“Mudah-mudahan turnamen ini terus berlanjut dan semakin meriah. Kami berharap ke depan semakin banyak pemain senior yang ikut berpartisipasi. Sepak bola bukan hanya tentang usia, tetapi tentang semangat, kebersamaan, dan kecintaan terhadap olahraga,” pungkas Irfan.
Sebagai kapten Kecamatan Kawalu, Irfan menegaskan bahwa timnya siap mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan menjunjung tinggi kompetisi yang sehat. Ia berharap setiap laga berlangsung menarik, kompetitif, dan tetap berada dalam koridor sportivitas.
“Mari kita bertanding dengan semangat, bermain dengan sportif, dan pulang membawa persaudaraan,” tutupnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan