DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP — Dugaan ketidaksesuaian pembayaran pajak reklame dari pemasangan branding kendaraan Maxim di Kota Tasikmalaya mendapat perhatian serius DPRD.

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban pajak daerah, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Angga Yogaswara, salah satu anggota DPRD Kota Tasikmalaya termuda dari Fraksi PKB angkat bicara.

Pihaknya akan menelusuri informasi terkait dugaan adanya ketidaksesuaian antara jumlah kendaraan yang menggunakan branding Maxim dengan penerimaan pajak yang tercatat di pemerintah daerah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh objek pajak reklame telah terdata dan kewajiban pajaknya dibayarkan sesuai ketentuan.

“Kami dari Komisi II dalam waktu dekat akan mendatangi pihak Dispenda untuk mengonfirmasi terkait dugaan kebocoran anggaran ini,” tegas Angga.

Menurutnya, persoalan tersebut harus dibuka secara terang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Apalagi, apabila terdapat perbedaan signifikan antara jumlah kendaraan yang menggunakan stiker atau branding dengan objek yang tercatat sebagai wajib pajak, kondisi tersebut perlu segera diverifikasi.

Komisi II juga akan meminta penjelasan mengenai mekanisme pendataan, penetapan, hingga pembayaran pajak reklame terhadap branding kendaraan.

Termasuk bagaimana pemerintah daerah memastikan seluruh objek reklame yang memiliki nilai komersial masuk dalam basis data pajak daerah.

Jika benar terdapat objek pajak yang terpasang namun tidak tercatat atau penerimaannya tidak sesuai dengan potensi yang semestinya, persoalannya bukan lagi sekadar administrasi—tetapi menyangkut potensi hilangnya hak daerah atas pendapatan yang seharusnya masuk ke kas daerah

Namun demikian, Angga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak sebelum memperoleh data dan keterangan resmi dari Dispenda maupun pihak terkait lainnya.

“Kita akan cek dulu datanya. Berapa jumlah kendaraan yang ter-branding, berapa yang terdaftar sebagai objek pajak, berapa kewajiban pajaknya, dan berapa yang benar-benar masuk sebagai penerimaan daerah. Semuanya harus jelas,” ujarnya.

Komisi II berencana melakukan klarifikasi langsung kepada Dispenda dalam waktu dekat.

Hasil penelusuran tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran utuh apakah terdapat selisih penerimaan, persoalan pendataan, atau indikasi lain yang menyebabkan potensi pajak reklame tidak terserap secara optimal.

DPRD pun menilai transparansi menjadi kunci. Sebab, setiap rupiah potensi PAD yang tidak tertagih bukan hanya persoalan angka di atas kertas, tetapi berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tekan Antrean Operasi Katarak, Primaya Hospital Group Kolaborasi Buka Baksos Operasi Gratis di RSUD Pasar Minggu
Kepedulian Sosial, CV Assalam Family Menyasar Lansia, Guru Ngaji hingga Anak Yatim di Bantarsari
CV Armey Jaya Mandiri Turun Tangan, Kakek 74 Tahun di Tawang Kini Punya Harapan Rumah Layak
Pura-Pura Pesan Ojol, Pria di Natar Dibekuk Polisi Usai Bawa Kabur Motor Maxim
Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:11 WIB

Tekan Antrean Operasi Katarak, Primaya Hospital Group Kolaborasi Buka Baksos Operasi Gratis di RSUD Pasar Minggu

Minggu, 1 November 2026 - 14:34 WIB

Kepedulian Sosial, CV Assalam Family Menyasar Lansia, Guru Ngaji hingga Anak Yatim di Bantarsari

Minggu, 1 November 2026 - 10:00 WIB

CV Armey Jaya Mandiri Turun Tangan, Kakek 74 Tahun di Tawang Kini Punya Harapan Rumah Layak

Minggu, 1 November 2026 - 09:48 WIB

Pura-Pura Pesan Ojol, Pria di Natar Dibekuk Polisi Usai Bawa Kabur Motor Maxim

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Berita Terbaru