Dapur MBG Diduga Jadi Ladang Bisnis, Paket Makanan Siswa SMPN 1 Sidomulyo Dirapel Tiga Hari

Kamis, 18 Desember 2025 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, MNP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan peserta didik, kini menuai sorotan tajam.

Salah satu dapur MBG yang berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Dapur MBG ini diduga menjadi ladang bisnis dan tidak sepenuhnya menjalankan prinsip transparansi serta keadilan dalam pendistribusian paket makanan kepada siswa.

Sorotan ini mencuat setelah awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Ananda, pihak dapur MBG, terkait paket makanan yang diterima siswa SMP Negeri 1 Sidomulyo, Kamis (18/12/2025).

Dalam keterangannya, Ananda membenarkan komposisi paket makanan yang diberikan kepada siswa, yakni Telur matang 2 butir, Pir 1 buah
Kelengkeng 4 butir, Roti 3 pcs dan Susu 3 pcs.

Namun, yang menjadi perhatian publik, paket tersebut dibagikan sekaligus untuk tiga hari (dirapel).

“Iya benar pak, langsung dirapel 3 hari, soalnya hari ini bagi rapor,” ujar Ananda kepada awak media.

Ia juga merinci biaya masing-masing item makanan diantaranya Rp6.000, Rp9.750, Rp4.600, Rp2.029 dan Rp5.499 dengan total keseluruhan mencapai Rp27.878, dan itu belum termasuk ongkos kirim.

Lebih lanjut, Ananda menyampaikan bahwa anggaran MBG berbeda-beda berdasarkan jenjang pendidikan.

“PAUD sampai kelas 3 SD kan beda pak, SD kelas 4 sampai SMP beda lagi,” katanya.

Namun pernyataan tersebut justru memicu pertanyaan baru terkait logika anggaran dan kualitas distribusi.

 

“Coba logikanya mas, susu, roti, sama telur itu kalau dihitung berapa anggarannya? Porsi ini aja udah lebih dari sepuluh ribu, itu kenapa disilangin sama hari selanjutnya,” ucapnya.

Di sisi lain, keluhan datang dari wali murid SMPN 1 Sidomulyo. Salah satu wali murid mengungkapkan bahwa meskipun anaknya menerima tiga paket untuk tiga hari, isi paket tersebut tidak seragam.

“Anak saya dapat tiga paket, tapi dari tiga itu, ada satu paket yang tidak ada telur dan buah-buahannya. Jelas ini tidak sesuai,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ketidaksesuaian isi paket ini menimbulkan dugaan adanya pengurangan, ketidakkonsistenan, atau distribusi yang tidak terkontrol, padahal anggaran telah ditentukan dan bersumber dari dana negara.

Praktik pembagian paket secara dirapel, perbedaan isi paket, serta minimnya keterbukaan rincian anggaran menimbulkan dugaan bahwa program MBG di dapur tersebut tidak sepenuhnya berorientasi pada kepentingan gizi siswa, melainkan lebih condong pada efisiensi bisnis.

Padahal, MBG adalah program strategis nasional yang harus Transparan, Akuntabel, Tepat sasaran dan Mengutamakan kualitas gizi, bukan keuntungan.

Publik kini mendesak agar
Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Instansi pengawas program MBG
Aparat pengawasan internal pemerintah segera turun tangan melakukan evaluasi dan audit, khususnya terhadap Pengelolaan dapur MBG Desa Sidomulyo Kesesuaian anggaran dengan realisasi Kualitas dan kelengkapan paket makanan serta Mekanisme distribusi kepada siswa.

Jika dugaan ini dibiarkan tanpa klarifikasi dan pengawasan, dikhawatirkan program yang seharusnya menyehatkan anak bangsa justru menjadi ajang bisnis berkedok bantuan sosial.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota
BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang
Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat
Menanam Kehidupan: Cara Istimewa Persit KCK Kodim Tasikmalaya Maknai HUT ke-80
Klarifikasi PT KSL: Klaim RKAB Terbit, Bantah Tambang Ilegal dan Tudingan Pencemaran
Bupati Franc Tumanggor Suarakan Pemulihan Hutan Kemenyan di Tengah Sosialisasi PBPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

Sabtu, 18 April 2026 - 15:42 WIB

Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota

Sabtu, 18 April 2026 - 13:43 WIB

BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat

Berita Terbaru