Peringatan Terakhir!! Warga Rancabogo Wetan Kawalu Segel Proyek Tower

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pembangunan menara telekomunikasi di Kampung Rancabogo Wetan, RT 01 RW 13, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya menuai penolakan keras dari warga.

Pasalnya, tower yang didirikan sejak tahun 2005 oleh PT. Protelindo kini sudah habis masa kontraknya di tahun 2025, namun tetap beroperasi tanpa adanya izin lanjutan dari warga setempat.

Sejumlah warga mendatangi lokasi, memasang banner penolakan, serta menggembok pintu masuk tower sebagai bentuk protes, Sabtu (30/08/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aun salah satu warga mengatakan, dulu saat sosialisasi disebutkan tower ini ukurannya kecil dan tidak tinggi. Faktanya, sekarang menjulang jauh lebih besar dari perkiraan.

“Kami merasa dibohongi dan khawatir terhadap dampak kesehatan maupun keselamatan,” ungkap Aun, yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari tower tersebut.

Ia menambahkan, keberadaan tower menimbulkan kerugian nyata. “Setiap musim hujan dan ada petir, alat elektronik kami sering rusak. TV saya yang harganya Rp7 juta mati tersambar, tapi perusahaan hanya memberi kompensasi Rp200 ribu untuk service. Itu jelas tidak sebanding,” keluhnya.

Keluhan senada juga diungkapkan beberapa warga lain. Mereka mengaku kerap harus mengganti atau memperbaiki televisi akibat korsleting saat hujan besar.

Bahkan, sebagian warga menuturkan sejak awal pembangunan dulu mereka hanya diberi uang Rp45 ribu untuk tanda tangan persetujuan, tanpa penjelasan dampak yang sebenarnya.

Diding, Ketua RT 01 Kampung Rancabogo, menegaskan bahwa warga sejak dulu sudah menolak pembangunan tower tersebut. Namun, karena ada dukungan dari pihak tertentu, proyek tetap berjalan.

“Warga kami dirugikan. Saya sebagai Ketua RT hanya bisa menerima aspirasi warga, tapi jelas ini sudah keterlaluan,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh agama setempat, Ustadz Dedi, juga menyuarakan penolakan keras. Menurutnya, keberadaan tower berbahaya karena berada dekat dengan pemukiman, pesantren, dan madrasah.

“Dampaknya bisa besar terhadap keselamatan dan kenyamanan anak-anak. Sudah seharusnya tower ini ditutup,” ujarnya.

Aksi warga yang menggembok dan menyegel lokasi tower menjadi peringatan terakhir bagi PT. Protelindo.

Warga menuntut adanya sosialisasi dan itikad baik dari perusahaan. Jika tidak, mereka sepakat akan mematikan operasional tower secara paksa.

“Besok kalau tidak ada tanggapan, warga akan bertindak. Kami tidak ingin terus dibodohi,” tegas perwakilan warga dalam pertemuan di lokasi.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jembatan Rambingen Lae Baning Desa Malum STTUJehe
Truk Mogok Picu Antrean Panjang di Leles Garut, Polisi Gerak Cepat Urai Kemacetan
FWJI Jatim: Kapolres Mojokerto Anti Wartawan? Diduga Sebagai Konstituen Dewan Pers
Polsek Kuala Cenaku Tanam Jagung Hibrida, Dorong Ketahanan Pangan dari Desa Sukajadi
Sidang Kasus Eksploitasi Anak oleh Konten Kreator SL, Tiga Saksi Beberkan Keterangan 
Babak Baru Kasus Dugaan Pelecehan Oknum Pedagang Bakso, Naik Tahap Penyidikan 
Kejari Enrekang ‘Pikir-Pikir’ Lawan Putusan Bebas 6 Eks Pimpinan BAZNAS: Kami Punya Waktu 7 Hari
Eksepsi Ditolak, Sidang Kasus Kematian Anak J Berlanjut di PN Tamiang Layang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WIB

Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jembatan Rambingen Lae Baning Desa Malum STTUJehe

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:37 WIB

Truk Mogok Picu Antrean Panjang di Leles Garut, Polisi Gerak Cepat Urai Kemacetan

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:26 WIB

FWJI Jatim: Kapolres Mojokerto Anti Wartawan? Diduga Sebagai Konstituen Dewan Pers

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:57 WIB

Polsek Kuala Cenaku Tanam Jagung Hibrida, Dorong Ketahanan Pangan dari Desa Sukajadi

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:48 WIB

Sidang Kasus Eksploitasi Anak oleh Konten Kreator SL, Tiga Saksi Beberkan Keterangan 

Berita Terbaru