Komplek Dadaha, Tamannya Sampah? TPS 3R Tuai Kritik Warga

Rabu, 2 Juli 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Taman Dadaha, yang dikenal sebagai salah satu ikon pusat aktivitas publik di Kota Tasikmalaya, kini justru dipenuhi tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

Sumber masalah ini berasal dari TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) Dadaha yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Rabu (02/07/2025).

Saat ditemui awak media, Miftah (25), Tenaga Harian Lepas (THL) di DLH Kota Tasikmalaya, menjelaskan, penumpukan sampah yang terjadi saat ini disebabkan oleh adanya mogok operasional pengangkutan sampah sehari sebelumnya.

“Ini akibat kemarin kendaraan pengangkut sampah tidak beroperasi karena kehabisan BBM. SPBU yang biasanya menjadi mitra pengisian di Jalan Cisumur Kawalu kini sudah tidak bekerja sama lagi dengan DLH, sehingga armada tidak bisa beroperasi,” jelas Miftah.

Kondisi ini menuai kritik dari warga, salah satunya Aep Saepuloh, mantan Ketua RT sekaligus aktivis kebersihan lingkungan di RW 04, Kelurahan Kahuripan.

Ia menilai, keberadaan TPS 3R di jantung kota seperti Dadaha kurang tepat karena mengganggu estetika dan kenyamanan warga.

“Ini pusat kota yang jadi tempat orang olahraga, jalan-jalan, main dengan keluarga. Tapi sekarang malah disuguhi bau menyengat dan pemandangan sampah. Pemerintah harusnya lebih peka. Kalau bisa, TPS ini dipindahkan ke lokasi seperti Benteng agar tidak terlalu terekspos publik,” tegasnya.

Aep juga mengkritisi sistem kontainer pengumpulan sampah yang dinilainya tidak efektif. Menurutnya, kontainer tersebut tidak mampu menampung sampah besar seperti bantal, kursi, atau barang bekas lainnya.

“Lihat saja, ada bantal guling, kursi, dan sampah besar yang tidak bisa masuk ke kontainer. Akhirnya, armada harus bolak-balik angkut karena tidak bisa sekali muat. Ini tentu boros BBM dan tambah beban biaya,” katanya.

Ia pun menyoroti kurangnya komunikasi dan sosialisasi dari pemerintah kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan kesadaran menjaga lingkungan.

Aep berharap agar DLH bersama OPD terkait lebih aktif melibatkan RT, RW, karang taruna, dan masyarakat dalam edukasi lingkungan secara berkala.

Meski demikian, Aep menyampaikan apresiasi kepada DLH yang telah memfasilitasi kontainer sampah di wilayah RW 04 Cikalang Girang. Ia berharap seluruh elemen kota bisa bersinergi dalam mengatasi persoalan sampah.

“Kalau pemerintah, masyarakat, dan semua pihak bersatu, saya yakin Kota Tasik bisa jadi kota yang resik dan nyaman. Bukan jadi taman-nya sampah seperti sekarang,” pungkas Aep.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Garut Buka Pameran Foto “Frame of Garut”, Dorong Potensi Pariwisata Melalui Seni Fotografi
Gelora Solidaritas Hari Buruh: Ribuan Anggota FSP Parekraf Tasikmalaya Raya Padati Monas
Genangan Air Masih Hiasi Lantai Terminal Saat Diguyur Hujan Deras, Ada Apa dengan Drainase Terminal Bubulak?
Jeritan Buruh Pemalang di Hari Buruh: Gaji Habis Buat Kosan, Pemerintah Enggan Beri Keterangan
Hari Jadi ke-163, Bupati Jeneponto Beberkan Capaian: Ekonomi Tumbuh 6,59% hingga IPM Tembus 70,25
PD Baso Momo Jaya dan CV Assalam Family Rutin Berbagi, Karang Taruna Bantarsari: Semoga Menjadi Inspirasi
Respons Cepat Polsek Malangbong, Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Limbangan
Polsek Malangbong Tanggap Bencana, Rumah Warga Ambruk Diterjang Hujan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:02 WIB

Bupati Garut Buka Pameran Foto “Frame of Garut”, Dorong Potensi Pariwisata Melalui Seni Fotografi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:52 WIB

Gelora Solidaritas Hari Buruh: Ribuan Anggota FSP Parekraf Tasikmalaya Raya Padati Monas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:54 WIB

Genangan Air Masih Hiasi Lantai Terminal Saat Diguyur Hujan Deras, Ada Apa dengan Drainase Terminal Bubulak?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:35 WIB

Jeritan Buruh Pemalang di Hari Buruh: Gaji Habis Buat Kosan, Pemerintah Enggan Beri Keterangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:14 WIB

Hari Jadi ke-163, Bupati Jeneponto Beberkan Capaian: Ekonomi Tumbuh 6,59% hingga IPM Tembus 70,25

Berita Terbaru