Tasikmalaya, MNP – Tumpukan sampah yang berada di Kp Babakan Jati kelurahan/kecamatan Mangkubumi dan beberapa titik lokasi masih dibiarkan dan tidak diangkut seolah dibiarkan sehingga mengeluarkan aroma tak sedap.
Hal ini dikatakan Teten warga Babakan Jati kecamatan Mangkubumi sekaligus ketua GMBI Distrik kota Tasikmalaya, Rabu (02/07/2023).
Menurutnya, mobil sampah yang biasa mengangkut setiap hari Sabtu tidak pernah datang hampir dua mingguan, akibatnya sampah makin menggunung disebabkan masyarakat tidak mempunyai pilihan harus kemana membuang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terlepas dari masalah teknis, diperlukan adanya kerjasama dari berbagai pihak yang terkait seperti Pemkot, DPRD, dan Dinas Kebersihan dan Lingkungan hidup,” ucap Teteh.
Dirinya meminta, dibuat pula suatu peraturan yang menindak tegas oknum-oknum yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Dengan demikian diharapkan kota Tasikmalaya dapat benar-benar bebas sampah.
Teten menjelaskan, teknis diatas harus diimbangi pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas lainnya. Selain itu, pengangkutan sampah yang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Misalnya pengangkutan sampah daerah Mangkubumi lakukan sesuai jadwal, tujuannya supaya masyarakat bisa mengikuti aturan yang diterapkan pemerintah bisa berjalan dengan baik,” kata Teten.
Padahal lanjut dia, warga sudah membayar iuran rutin Rp 60 ribu/bulan untuk membayar truk pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup kota Tasikmalaya.
“Jangan menekan kepada masyarakat harus peduli lingkungan buang sampah pada tempatnya tetapi pemerintahnya tidak peduli terhadap yang dikeluhkan masyarakat,” tegas dia.
Pantauan MNP di lokasi, terlihat tumpukan sampah di lokasi tersebut. Sampah bahkan meluber ke jalanan sehingga menganggu pernapasan warga sekitar yang diakibatkan bau yang keluar dari tumpukan sampah tersebut
Wargapun berinisiatif membakar tumpukan sampah tersebut supaya tidak terjadi penumpukan yang semakin banyak.
![]()
Penulis : Soni
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan