Hampa!! Anggota Dewan Tidak Hadir, Musrenbang Kelurahan Bantarsari Didominasi Para Kader  

Rabu, 8 Januari 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pelaksanaannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya dinilai hampa.

Pasalnya, dalam acara perumusan segala usulan program untuk tahun 2026 tidak dihadiri dari unsur DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (08/01/2025).

Padahal, mereka yang notabene penyambung Aspirasi masyarakat memegang anggaran dengan dana reses, ataupun kebijakan dalam hal menggunakan pokok pikiran (Pokir) yang bisa dirasakan manfaatkan masyarakat.

Deden Royani SE Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Bantarsari sangat menyayangkan ketidakhadiran yang terhormat anggota legislatif dari dapil satu.

“Ya, padahal Musrenbang ini dirasa sangat penting untuk pemetaan bantuan Pokir dewan,” jelas Deden.

Dirinya juga menilai, masyarakat kurang antusias menghadiri acara Musrenbang. Padahal Deden kerap mengingatkan masyarakat agar hadir untuk menentukan usulan tahun 2026

“Musrenbang kali ini didominasi para kader, tapi RT/ RW kurang antusias, tokoh masyarakat, agama banyak yang tidak hadir. Bahkan Gapoktan, MUI, UPTD KB, UPTD pendidikan yang berada di lingkungan kelurahan tidak menghadiri, apakah tidak diundang…?,” cetus Deden.

Sementara itu, Sodik Sunandi Camat Bungursari menyebut, Lurah Bantarsari selaku penanggung jawab/panitia penyelenggara sudah mengundang anggota DPRD yang terhormat dapil 1.

“Tapi kami memaklumi karena kesibukan daripada anggota dewan, biasanya ketidakhadiran dewan menghadiri ke dapil yang lainnya,” kata Sodik.

Pihaknya sangat memaklumi, paling tidak berharap kepada anggota dewan yang terhormat untuk lebih memperhatikan Bungursari.

“Pokirnya cobalah lebih besar ke Bungursari, agar kegiatan penggunaan fisik ataupun pemberdayaan di Bungursari tetap terbangun,” harapnya.

Ada lima isu strategis di Kota Tasikmalaya, tentang masalah kemiskinan, stunting, pengolah sampah masalah pengangguran dan inflasi ketahanan pangan.

“Setidaknya (dalam Musrenbang, red), memang keterkaitan masih ke arah sana dan Alhamdulillah, masalah stunting kemarin bahu membahu semua stakeholder, tokoh masyarakat yang ada di wilayah Bungursari sudah sedikit melandai,” jelasnya.

Yanuar Yoan Nugraha Lurah Bantarsari menjelaskan, Musrenbang hari ini untuk penajaman usulan dari para RT RW, nanti dipilih 30 usulan diantaranya 10 kegiatan sarana prasarana, 10 pemberdayaan dan 10 dari APBD Kota Tasikmalaya. Kemudian hasilnya nanti di bawa ke tingkat kecamatan.

“Kami sudah mengundang semua unsur RT, RW,LPM, DMI MUI, Karang Taruna, kader posyandu, karena mereka yang mengusulkan dan berharap semuanya bisa hadir,” ungkap Yanuar.

Dijelaskan, ada beberapa usulan yang sudah masuk dari 16 RW ada 5 RT dan RW yang belum masuk,” nanti saya tunggu sampai hari ini/besok ada juga usulan yang baru masuk,” tuturnya.

Lurah Bantarsari ingin usulan yang masuk adalah skala prioritas, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan pembangunan fisik maupun pemberdayaan bisa meningkat.

“Kita masih dengan 4 program tematik, stunting, inflasi kemiskinan, pengangguran ada juga terkait sampah. Jadi musrenbang hari ini sesuai selaras dengan yang disebutkan,” tandas Lurah Bantarsari.

Loading

Penulis : Hendrik

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kelompok Tani Brigade Pangan Sungai Cenaku Terima Alat Panen Padi ‘Combine Harvester’
Ribuan KPM Desa Malangbong Terima Bantuan Pangan Non Tunai
Gen Z Enrekang Diajak Melek Digital: Bapenda-BI Kenalkan QRIS di SMAN 2, Transaksi Cukup “Scan”
Menuju Survei Agustus 2026, Pemkab Jeneponto Matangkan Langkah Penanganan Stunting Berbasis Data
Pemdes Campang Tiga Salurkan Bantuan Pangan, 685 KPM Terima Beras dan Minyak Goreng
Rakor Tapal Batas, Pemkab Pakpak Bharat Pastikan Hak Usaha Masyarakat di Kawasan Hutan Aman
Dugaan Proyek Fiktif di Desa Pangkan, Modus Pinjam Perusahaan, Relasi Kekuasaan hingga Tumpang Tindih Proyek
Diduga Tumpang Tindih, Proyek Klaim CV BK Mengarah pada Tanggung Jawab Perbaikan CV CN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:19 WIB

Kelompok Tani Brigade Pangan Sungai Cenaku Terima Alat Panen Padi ‘Combine Harvester’

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:57 WIB

Ribuan KPM Desa Malangbong Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:12 WIB

Gen Z Enrekang Diajak Melek Digital: Bapenda-BI Kenalkan QRIS di SMAN 2, Transaksi Cukup “Scan”

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:00 WIB

Menuju Survei Agustus 2026, Pemkab Jeneponto Matangkan Langkah Penanganan Stunting Berbasis Data

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:55 WIB

Pemdes Campang Tiga Salurkan Bantuan Pangan, 685 KPM Terima Beras dan Minyak Goreng

Berita Terbaru

Berita terbaru

Ribuan KPM Desa Malangbong Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Jumat, 5 Jun 2026 - 13:57 WIB