Jual Beli Obat Golongan G Laris di Terminal Bubulak Kota Bogor, Pengurus Tidak Tahu? 

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Banyaknya warga disekitar, dan para pelaku usaha yang mengaku mulai merasakan resah, karena khawatir akan memicu hal buruk terhadap generasi muda, sebagai efek negatif dari penyalah gunaan obat-obatan (golongan G) di wilayah mereka, yang bisa merusak serta merugikan kesehatan generasi muda di wilayah tersebut.

Disamping itu, kesan telah terjadinya pembiaran dari pengurus/aparat setempat, terhadap praktik transaksi ilegal tadi, membuat warga nekat meminta pihak media massa segera turun tangan, mempublis hal itu. Dengan harapan para pelaku praktik transaksi barang haram tadi dapat dihentikan pihak yang berwajib secara permanen. Jum’at (20/10/2023) lalu.

Hal itu terungkap saat wartawan Media Nasional Potret, ditengah ramainya suasana Terminal Bubulak Kota Bogor yang mencuat diduga karena kekuatiran mereka terhadap efek buruknya, yang telah disadari oleh warga sekitar, terhadap hak hidup sehat generasi muda, sebagai penerus bagi masa depan Bangsa dan Negara, agar tidak menjadi hancur karena pengaruh narkoba.

Mengingat peredaran setiap transaksinya, hingga tingkat konsumsi yang meresahkan itulah, warga sekitar hingga para pelaku usaha di dalam terminal, meminta pengurus Terminal dan Aparat Hukum mau menindak tegas pelaku penjualan obat “golongan G” itu, dengan menutup hingga mengusirnya, atau biarkan warga yang bertindak tegas dengan caranya sendiri.

“Kami awalnya tidak pernah usil dengan sesama, Pak. Di sini Kami berusaha dengan jalan usaha yang Kami bisa lakukan, tapi usahanya yang baik dan tidak merugikan ke siapa pun, dagang pun yang baik dan tidak merusak apa lagi merugikan siapa pun di sekitar terminal ini,” ungkap warga dengan inisial (ADR), yang diamini pedagang lain berinisial (DD) kepada MNP, pada hari yang sama Jum’at (20/10/2023) lalu.

“Betul Pak, kami merasa khawatir dan mulai resah ini setelah beberapa kali terjadi penggerebekan, bahkan ada penangkapan juga terhadap beberapa orang anak muda, yang diduga konsumen obat tersebut, yang katanya telah ditangkap oleh Buser Polres Kota Bogor,” sambung warga lain tanpa menyebutkan identitasnya.

“Termasuk yang terjadi lagi di tanggal 30 Agustus yang lalu, mereka ditangkapi dan dibawa pakai angkot 02 dari sini ini. Saat itu ada Delapan (8) anak muda ditangkapin, terus dibawa polisi saat itu. Tapi hanya selang tiga hari kemudian terdengar mereka dilepasin lagi,” ungkap warga.

“Katanya sudah ditebus, masing-masing Rp. 17 jutaan perorangnya. Jika begitu terus kan repot, Pak. Kok mereka masih dibebas bebasin begitu, padahal kan jelas-jelas merusak mental dan moral generasi penerus di Bogor ini. Kalau dibiarkan terus begitu oleh aparat, tak menutup kemungkinan jika nanti Kami yang menindak, tentu itu dengan cara Kami sebagai warga biasa Pak.” pungkasnya dengan geram.

Saat hal tersebut kembali dipertanyakan kepada pihak pengurus, namun Kepala Terminal sedang tidak ada di tempatnya. Sementara di saat sehari pasca dilakukan penangkapan terhadap para terduga konsumen tersebut, dirinya mengaku tak tau hal tersebut.

Bahkan menyarankan untuk tidak mendengar, apalagi mempercayai orang yang menginformasikan hal itu, yang menurutnya orang tersebut (dengan menyebutkan nama si orangnya : red), itu suka berbohong. Kamis (31/8/2023) yang lalu.

Beruntungnya MNP saat itu, bertemu dengan salah satu staf (pengurus terminalnya) yang meminta tak dipubliskan namanya diberita nanti. Dirinya mengungkapkan, hal itu menurutnya, memang di dengarnya telah cukup lama berlangsung.

Mengenai info yang disampaikan warga itu juga dibenarkannya, bahwa memang telah bebrapa kali dilakukan penggerebekan di sana disertai penangkapan. Namun, yang ditangkapi nya selalu dikabarkan dilepas/di bebaskan didalam hitungan hari, dengan ditebus. Entah oleh pihak keluarganya atau pihak bandar obat tersebut, dirinya mengaku tidak tahu.

“Iya Om, itu sudah lama sih Kami dengar informasinya. Yang Om dengar dari warga atau para pelaku usaha tadi pun itu benar, tapi tolong ya, jangan bilang tahu infonya ini dari Kami, Kami khawatir dan takut, orang-orang yang membackingi warungnya itu Om, yang turun orang-orang berpangkat semua, badan nya gede gede, hiiy ngeri lah pokoknya. Makanya kalau di tangkapin, gak pernah lama- lama dilepasin kembali, juga mungkin karena takut sama backing-backingnya begitu,” tandasnya saat itu, Jum’at (20/10/2023).

Jika info itu telah diakui dan dibenarkan tapi masih tetap dibiarkan, keberadaan serta aktifitas buruknya itu, hanya karena alasan takut kepada para pelindungnya, lalu buat apa gunanya aparat hukum (Aparat Penegak Hukum), di negara hukum Kita ini ? Apa kah merasa takut juga, atau ada alasan lain ? Sehingga terkesan tutup Mata hingga membiarkan kemungkaran terus terjadi di depan mata.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Waspada Dampak Debu Vulkanik, Polres Garut Bagikan 500 Masker Gratis Masker
Komunitas U$$ Sikapi Informasi Dugaan Transaksi Narkoba, Modus Operandi Titip Armada Bus
Banggakan Kota Tasikmalaya, SDN Panglayungan Borong Dua Tropi di LOBB Jawa Barat
Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif
Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi
Kolaborasi ORADO Gunungsitoli dan Kodim 0213/Nias, Siap Gelar Turnamen Domino Piala Panglima TNI
Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:36 WIB

Waspada Dampak Debu Vulkanik, Polres Garut Bagikan 500 Masker Gratis Masker

Senin, 7 September 2026 - 18:17 WIB

Komunitas U$$ Sikapi Informasi Dugaan Transaksi Narkoba, Modus Operandi Titip Armada Bus

Senin, 7 September 2026 - 17:12 WIB

Banggakan Kota Tasikmalaya, SDN Panglayungan Borong Dua Tropi di LOBB Jawa Barat

Senin, 7 September 2026 - 15:25 WIB

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 September 2026 - 10:04 WIB

Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 Sep 2026 - 15:25 WIB