Warga Protes Proyek Rigid Beton di Dusun Katibung Desa Sukabanjar Asal Jadi

Minggu, 6 Agustus 2023 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, MNP – Proyek Pembangunan Jalan Rigid Beton di RT 05 dusun Katibung Desa Sukabanjar kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan provinsi Lampung yang dikerjakan pihak ketiga terkesan asal asalan.

Pekerjan peningkatan sepanjang 357 meter dengan lebar 3 meter dengan ketebalan 0.15 dengan lebar tersebut dana bersumber dari APBD senilai Rp 457.571.579,71 selama 75 kalender

Namun, baru itungan hari selesainya pembangunan, Jalan Rigid Beton itu sudah retak seribu, diduga kurang wales dan tidak padat sehingga disorot asal jadi.

Melihat hal ini, masyarakat setempat kecewa pasalnya peningkatan atau Pembangunan di RT 05 dusun Katibung Desa Sukabanjar tidak sesuai harapan.

“Belum ada hitungan hari kondisi bangunan skala kawasan yaitu Jalan sudah retak retak seribu,” keluh warga RT 05 belum lama ini saat diwawancarai wartawan.

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya, kejadian ini kuat dugaan kurangnya pengawasan dari konsultan pengawas dan dari Dinas PUPR Lampung Selatan.

“Lihat saja hasilnya yang dilaksanakan oleh rekanan kontraktor ini tidak maksimal dan tidak memuaskan, bahkan ketebalan rigit beton tidak sama, bervariasi,” cetusnya.

Warga menyebut, terkait hal ini PPK dan PPTK Dinas PUPR Lampung Selatan harus bertanggung jawab atas hasil kerja yang dilaksanakan rekanan, karena kalau ditelisik kuat dugaan indikasi kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah jika ini dibayarkan oleh Dinas PUPR 100 persen.

“Bahkan ada dugaan kerjasama terselubung oleh oknum Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruwan memberikan kesempatan kepada rekanan untuk meraup keuntungan yang cukup besar dari hasil pelaksanaan kerja seperti itu,” sebut warga.

Saat dikonfirmasi melalui pesan Via WhatsApp, pihak rekanan CV Tri Brilliant Sanjay tidak menjawab sampai berita ini terbit.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru