Tasikmalaya, MNP – Ratusan massa aktivis penggiat sosial kota Tasikmalaya dari Lakri, LSM Tri Nusa, Brantas, Laskar Siliwangi, Laskar Merah Putih, Grib Jaya, SPRI dan Sunan menyorot carut marutnya dunia pendidikan, khususnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2024.
Aksi demo sekaligus audensi tersebut dimulai pukul 09.00 Wib dengan menggeruduk Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII di Karikil Kec Mangkubumi Kota Tasikmalaya.
Dalam gelaran aksi tersebut beberapa pimpinan Ormas/LSM menggelar orasi bebas untuk didengar langsung oleh beberapa petinggi KCD Disdik Wil 12 Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Korlap Aksi Lakri Rino Lesmana dalam orasinya mengatakn, PPDB tahun ini sangat miris dan kacau, apalagi aturan zonasi yang aturannya dikeluarkan oleh Kemendiknas.
“Ini benar benar menghancurkan harapan rakyat kecil yang mau melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, kalah sama aturan yg dibuat oleh Kementerian Warisan Kolonial Belanda,” ujarnya, Kamis (27/06/2024).
“Belum lagi praktek jual beli bangku kosong yang memakai uang lumayan besar, bisa mengalahkan anak pintar yang mau melanjutkan sekolah,” cetus Rino Lesmana.
Hal senada diungkapkan Ketua LSM Tri Nusa Dede Sukmajaya dan Ketua LMPP Marcab Tasikmalaya. Keduanya menyoroti kinerja KCD Wil XII Disdik Jawa Barat yang terkesan duduk diam. Padahal seharusnya mereka segera melakukan tindakan pengawasan lebih atas aturan yang sudah dibuat.
“Harusnya KCD segera merespon berbagai keluhan di masyarakat untuk segera diambil tindakn kepada panitia PPDB yang diduga melakukan tindakn kecurangan. Segera ambil tindakn tegas dan panggil tiap kepala sekolah tersebut,” tegasnya.
Dalam audensi diruang off room KCD Wil XII Disdik Jabar, diterima langsung Kasubag Tata Usaha Yandi Darojat mewakili Kepala KCD H.Dedi yang berhalangan hadir karena diklat pimpinan selama 3 bulan.
Pada sesi tanya jawab, Yandi Darojat akan segera merealisasikan beberapa tuntutan para pimpinan ormas dan akan segera dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi di Bandung.
Aksi dilanjutkan ke gedung DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyampaikan tuntutan pendemo kepada DPRD Kota Tasikmalaya.
Tapi ketua dewan dan berapa anggota dewan tidak ada di tempat! Akhirnya para aktivis penggiat sosial sepakat untuk melakukan sweeping dan akan menggelar aksi nginap di DPRD.
![]()
Penulis : Yudi Hernadi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan