Tasikmalaya, MNP – Ratusan massa aktivis penggiat sosial kota Tasikmalaya yang tergabung dalam aksi Aliansi Peduli Pendidikan menggelar aksi audiens ke Gedung DPRD, Rabu (24/07/2024).
Massa dari Ormas/LSM Gapura, Tri Nusa, LMPP, Fordem, LBH Pendekar dan sejumlah lembaga lainnya untuk menindaklanjuti surat jawaban audensi dari DPRD kota Tasikmalaya kepada Ormas Gapura.
Isu yang dibahas terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 yang dinilai carut marut, bobrok dan tidak mengimplementasikan UUD dalam mencerdaskan anak bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Audiens yang semula dijadwalkan pukul 13.30 wib, akhirnya dead lock alias molor Lantara Kantor KCD Wilayah 12 Disdik Propinsi Jawa Barat mangkir tidak hadir ke gedung DPRD.
Akhirnya, aksi massa berinisiatif menggelar parlemen jalanan dengan orasi bebas agar didengar langsung oleh DPRD.
Korlap Aksi Tatang Toke ketua umum DPP Gapura dalam orasinya mengatakan, PPDB Tahun ini benar benar miris dan kacau dengan aturan zonasi yang dikeluarkan oleh Kemendikbud RI.
“Ini benar benar menghancurkan harapan rakyat kecil yang mau melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, kalah sama aturan yang dibuat oleh Kementrian warisan kolonial Belanda,” tegasnya.
“Belum lagi praktek jual beli bangku kosong yang pakai uang lumayan besar, bisa mengalahkan anak pintar yang mau melanjutkan sekolah,” cetus pria yang akrab disapa Tatang Toke ini.
Dirinya menyoroti kinerja KCD Wil 12 Disdik Jawa Barat yang tidak merespon positif, dengan tidak hadir atas undangan wakil rakyat di gedung DPRD kota Tasikmalaya tanpa alasan jelas.
Seharusnya kata Tatang Toke, KCD segera melakukan tindakan pengawasan lebih atas aturan yang sudah dibuat dan segera merespon berbagai keluhan di masyarakat untuk segera mengambil tindakan kepada Panitia PPDB yang diduga melakukan tindakan kecurangan.
“Segera ambil tindakan tegas dan panggil para kepala sekolah tersebut,” ujarnya dengan nada geram.
Karena merasa aspirasinya tidak digubris, akhirnya beberapa aktivis melakukan tindakan sweeping dan menggeruduk ruang pimpinan komisi 4 yang diterima langsung ketua komisi 4 H. dede Muharam, Murjani dan H. Dayat.
Audiens tidak resmi (dadakan, red) tersebut terjadi tanya jawab di ruang Offroom Komisi 4 DPRD kota Tasikmalaya.
Para wakil rakyat tersebut menyambut baik atas tuntutan para aktivis Pendidikan dan akan menampung aspirasi mereka untuk dijadikan bahan evaluasi dan tindak pengawasan terhadap dunia pendidikan di kota Tasikmalaya.
Dede Muharram Komisi 4 mengatakan, walau dirinya sebulan lagi duduk di kursi dewan, tapi siap untuk berjuang dan berkolaborasi bersama dengan para Ormas LSM yang peduli dunia Pendidikan.
“Kami akan memfasilitasi keberangkatan para aktivis ke Bandung ke DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi 5 bidang Pendidikan dan ke Kanwil Disdik Jabar untuk menindak lanjuti carut marutnya dunia pendidikan di kota Tasikmalaya akibat PPDB online 2024,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Yudi Hernadi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan