Tasikmalaya, MNP – Seorang ibu muda asal Tasikmalaya, Sari Wati (25), warga Kp. Kreteg, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, mengadu dan memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, serta Wali Kota Tasikmalaya.
Pasalnya, anak semata wayangnya Silvia Ristiyawan (7), mengalami gangguan kesehatan serius sejak kecil dan butuh perhatian serius demi kesembuhan buah hatinya.
Saat ditemui wartawan di sekitar Pasar Cikurubuk HPKP, Sari yang tengah bekerja menyortir kerupuk mengungkapkan kondisi anaknya Silvia mengalami kejang-kejang, tidak bisa berbicara, seluruh tubuhnya kaku, bahkan sempat koma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengaku pernah membawa Silvia berobat hingga menghabiskan Rp7 juta, namun belum menunjukkan hasil. Kini, Sari tak memiliki cukup dana untuk melanjutkan pengobatan dan belum terdaftar di BPJS karena status pernikahannya yang siri.
“Anak saya belum diperiksa lagi ke dokter karena tidak ada biaya. Saya juga belum punya KIS. Saya hanya ingin anak saya sembuh dan bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya,” ujar Sari, Rabu (14/05/2025).
Sari dan suaminya, Iwan Ridwan (30), yang bekerja sebagai buruh harian, tinggal bersama anaknya di sebuah los pasar kosong di Blok B No. 19 HPKP. Keterbatasan ekonomi membuat mereka hanya bisa berharap pada uluran tangan pemerintah.
Ia mengaku malu meminta tolong, namun demi masa depan anaknya, Sari Wati memberanikan diri memohon bantuan dari Kang Dedi Mulyadi dan Wali Kota Tasikmalaya.
“Saya tidak tahu harus minta tolong ke siapa lagi. Kami orang tidak mampu. Saya hanya ingin anak saya sembuh,” katanya lirih.
Sari Wati berharap ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar anaknya bisa mendapat perawatan medis yang layak dan memiliki masa depan seperti anak-anak lainnya.
![]()
Penulis : Dadan
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan