Usut Tuntas Mafia Tanah Puncak Guha, GMNI dan Warga Desa Sinarjaya Audiensi ke DPRD Garut

Kamis, 11 September 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Komisi II DPRD Kabupaten Garut menerima audiensi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama puluhan warga masyarakat Desa Sinarjaya, Kecamatan Bungbulang, pada Senin (8/9/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Aula Komisi II ini membahas carut-marut persoalan agraria, khususnya terkait dugaan perampasan aset negara di kawasan pariwisata Puncak Guha.

Audiensi ini dipimpin oleh Ketua Komisi II, Suprih Rozikin, S.H., M.H., dan dihadiri oleh anggota komisi seperti Dadan Wardiansyah, S.Ip., H. Ruhimat, S.Ip., dan Dindin Mauludin, S.Pd., M.M.

Turut hadir pula Asda I Bidang Hukum, Kepala ATR-BPN Garut, Kepala DPMD, Camat Bungbulang, dan Kepala Desa Sinarjaya.

Koordinator aksi GMNI, Rudi Puler, menyampaikan kekhawatiran terkait adanya indikasi perampasan aset negara oleh oknum tertentu yang menyangkut pengelolaan kawasan pariwisata Puncak Guha.

Menurutnya, masalah pertanahan di Kabupaten Garut saat ini sangat karut marut, dan hal ini dirasakan langsung oleh warga Desa Sinarjaya.

Selama audiensi, terjadi perdebatan yang sengit antara peserta, terutama dalam sesi tanya jawab, namun secara keseluruhan acara berjalan lancar.

Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Garut membuat berita acara yang berisi poin-poin kesepakatan.

“Adapun aspirasi yang disampaikan sebagai berikut: Komisi II DPRD Kabupaten Garut akan cek lokasi mengundang BPN Garut pada Hari Selasa, 18 September 2025 (menunggu hasil BPN Garut berkoordinasi dengan Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat),” bunyi salah satu poin berita acara tersebut.

Saat dikonfirmasi, Rudi Puler menyatakan bahwa penjelasan dari Kepala dan jajaran ATR-BPN Garut terkait permasalahan objek tidak spesifik.

Oleh karena itu, GMNI dan masyarakat berharap Ketua Komisi II serta Ketua DPRD Garut dapat mengungkap siapa oknum mafia tanah yang bermain sehingga aset negara bisa diperjualbelikan hingga keluar sertifikat kepemilikan.

“Kami berharap DPRD Kabupaten Garut dapat berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap oknum/mafia tanah Puncak Guha,” pungkas Rudi.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dari Tasikmalaya Menuju Istana: Muhamad Alwi Lolos Audisi Gita Bahana Nusantara 2026
Target PSSI Kota Tasikmalaya: Sukseskan Piala Soeratin, Bidik Tuan Rumah Seri Jabar
Bongkar Sampel 5 SPBU ‘Nakal’, Aliansi Lingkungan Tantang DPRD Kota Tasikmalaya Gelar Sidak
Camat Paku Pastikan Dana Desa 2026 Tepat Sasaran, Monev Tahap Pertama Tuntas di Empat Desa
Berburu Kebutuhan Sekolah, Warga Padati Pusat Perbelanjaan Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya
Kodim 0612/Tasikmalaya Ajak Keluarga Besar TNI Jadi Mitra Strategis Penangkal Ancaman Bangsa
Gagal Edarkan Puluhan Paket Sabu, Polres Garut Tangkap Tiga Tersangka 
Pimpin Apel Gabungan, Bupati Lepas Kontingen Pramuka Pakpak Bharat ke Jamda Sibolangit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:12 WIB

Dari Tasikmalaya Menuju Istana: Muhamad Alwi Lolos Audisi Gita Bahana Nusantara 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:59 WIB

Target PSSI Kota Tasikmalaya: Sukseskan Piala Soeratin, Bidik Tuan Rumah Seri Jabar

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:25 WIB

Bongkar Sampel 5 SPBU ‘Nakal’, Aliansi Lingkungan Tantang DPRD Kota Tasikmalaya Gelar Sidak

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:52 WIB

Camat Paku Pastikan Dana Desa 2026 Tepat Sasaran, Monev Tahap Pertama Tuntas di Empat Desa

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:52 WIB

Berburu Kebutuhan Sekolah, Warga Padati Pusat Perbelanjaan Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru