BARITO TIMUR, MNP – Uskup Keuskupan Keuskupan Palangka Raya, MGR Aloysius Mariadi Sutrisnaatmaka, MSF secara resmi menetapkan Paroki Santo Petrus Hayaping, pemekaran dari Paroki Sato Mikael Tamiang Layang dalam perayaan misa kudus yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2016 .
Dalam kesempatan tersebut, Uskup juga melantik Dewan Pastoral Paroki yang akan mengemban tugas pelayanan umat di wilayah Hayaping. Pelantikan ditandai dengan pengucapan janji serta penyerahan surat keputusan sebagai bentuk mandat resmi dari keuskupan.
Selain itu, dilakukan pula pemberkatan lokasi pusat paroki yang akan menjadi sentra kegiatan rohani umat Katolik setempat. Prosesi dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Paroki Santo Petrus Hayaping sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah ibadah permanen bagi umat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Uskup menegaskan bahwa penetapan paroki baru merupakan bagian dari upaya gereja untuk mendekatkan pelayanan kepada umat serta memperkuat kehidupan iman di tengah masyarakat.
Perayaan tersebut dihadiri para imam, biarawan-biarawati, tokoh umat, serta ratusan umat Katolik dari berbagai stasi di wilayah Hayaping. Suasana berlangsung khidmat dan penuh sukacita.
Dengan ditetapkannya Paroki Santo Petrus Hayaping, diharapkan pelayanan pastoral semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan rohani umat di daerah tersebut.
![]()
Penulis : Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan