Pakpak Bharat Siap Jadi Pusat Gambir Nasional, Kapasitas Pabrik Ditargetkan 14 Ton Per Hari

Rabu, 8 April 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAKPAK BHARAT, MNP – Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat terus bergerak cepat dalam mewujudkan komitmen pengembangan komoditas unggulan daerah.

Melalui rapat lanjutan yang digelar hari ini, Pemkab fokus mematangkan program perluasan areal tanam gambir serta persiapan infrastruktur pendukung lainnya, Rabu (08/04/2026).

Rapat strategis ini dilakukan sebagai langkah responsif dalam memenuhi dokumen dan data pendukung yang diminta oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Sahat P. Boangmanalu, S.Pd., MM., menjelaskan bahwa pembenahan data menjadi prioritas utama guna menyelaraskan rencana daerah dengan strategi Pemerintah Pusat.

“Kami terus membenahi data penting terkait areal lahan gambir dan kebun eksisting sesuai permintaan Kementerian Pertanian RI. Selain itu, kami juga mematangkan persiapan lahan untuk lokasi pembangunan pabrik pengolahan gambir. Semua ini harus diselesaikan sesegera mungkin,” tegas Sahat Boangmanalu.

Pengembangan komoditas gambir di Pakpak Bharat tidak hanya berfokus pada sektor hulu (perkebunan), tetapi juga merambah ke sektor hilir (pengolahan).

Pemerintah Kabupaten saat ini tengah menjajaki kerja sama besar dengan Kementerian Pertanian RI dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV.

Rencana besar tersebut mencakup Perluasan Areal Tanam: Target pembukaan lahan seluas 10.000 hektar dan Pembangunan Pabrik: Pembangunan fasilitas pengolahan gambir dengan kapasitas produksi mencapai 14.000 kg (14 ton) per hari.

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah produk gambir di tingkat petani dan menjadikan Pakpak Bharat sebagai pusat produksi gambir nasional.

“Pemerintah berupaya keras agar perluasan areal dan pembangunan pabrik ini segera terealisasi. Kapasitas 14 ton per hari adalah target besar yang akan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Media Gathering di Jeneponto, Insan Pers dan BPJS Kesehatan Kupas Tantangan Pelayanan JKN
Penanganan Dinilai Lambat, PWRI Desak Polres Tasikmalaya Kota Transparan Soal Laporan Nikah Siri ‘DAM’
Berantas Narkoba dan HP Ilegal, Rutan Pemalang Gelar Razia Gabungan Bersama APH
Kepala Sekolah di Pemalang Keluhkan Jarak Penempatan Tugas, BKPSDM: Itu Sudah Final
Tempuh Ratusan Kilometer, Sopir Bus Sinar Jaya Kembalikan Dompet Penumpang asal Pemalang
Gandeng TNI hingga Swasta, Irjen Kemendes Gelar Aksi Sosial Akbar di Tasikmalaya
Pamit ke Pesantren, Dua Remaja Kembar Asal Garut Hilang Kontak Pasca Turun di Terminal Singaparna
Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:35 WIB

Media Gathering di Jeneponto, Insan Pers dan BPJS Kesehatan Kupas Tantangan Pelayanan JKN

Senin, 25 Mei 2026 - 14:36 WIB

Penanganan Dinilai Lambat, PWRI Desak Polres Tasikmalaya Kota Transparan Soal Laporan Nikah Siri ‘DAM’

Senin, 25 Mei 2026 - 14:12 WIB

Berantas Narkoba dan HP Ilegal, Rutan Pemalang Gelar Razia Gabungan Bersama APH

Senin, 25 Mei 2026 - 13:57 WIB

Kepala Sekolah di Pemalang Keluhkan Jarak Penempatan Tugas, BKPSDM: Itu Sudah Final

Senin, 25 Mei 2026 - 13:45 WIB

Tempuh Ratusan Kilometer, Sopir Bus Sinar Jaya Kembalikan Dompet Penumpang asal Pemalang

Berita Terbaru