Tasikmalaya, MNP — UPTD PSDA Wilayah Sungai (WS) Citanduy melakukan pembongkaran terhadap sejumlah bangunan yang dinilai menghambat proses normalisasi saluran irigasi.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan publik adalah di wilayah Jalan RAA Wirataningrat, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Aksi pembongkaran ini pun menjadi viral di media sosial karena menyentuh bangunan milik warga yang sempat memicu pro-kontra, Selasa (29/07/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pejabat Fungsional UPTD PSDA WS Citanduy, Cecep Sopiyan, menegaskan bahwa langkah pembongkaran ini penting dilakukan agar pengerukan saluran irigasi dengan alat berat dapat berjalan optimal.
Ia menjelaskan bahwa saluran irigasi yang sedang dinormalisasi tersebut sangat vital karena mengairi area pertanian seluas kurang lebih 1.500 hektare di wilayah Manonjaya.
“Pembongkaran ini untuk normalisasi perairan irigasi. Bangunan yang dibongkar menghalangi alat berat. Irigasi ini untuk pertanian di Manonjaya yang selama 20 tahun tidak lancar.
Bahkan saat ini, air ke Manonjaya harus dijadwal: dari jam 12 siang sampai jam 07.00 pagi ke Manonjaya, lalu dari jam 07.00 pagi sampai jam 12.00 siang ke Purbaratu,” jelas Cecep saat menerima audiensi dari mahasiswa PMII.
Cecep menyebutkan, proyek normalisasi ini menelan anggaran hingga Rp2,5 miliar, dengan pembongkaran bangunan memakan biaya sekitar Rp200 juta.
“Titik akhir irigasi ini direncanakan hingga mencapai wilayah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tasikmalaya,” jelasnya.
Mengenai kontroversi yang muncul terkait salah satu pemilik bangunan yang mengklaim memiliki izin pendirian dari UPTD PSDA Citanduy pada tahun 1980-an, Cecep menyatakan bahwa dirinya siap menghadapi proses hukum.
“Permasalahan dengan pemilik bangunan insya Allah sudah clear. Kalau pun ingin menuntut ke pengadilan, silakan. Tapi saya harap tuntutannya dilakukan setelah pembongkaran selesai,” pintanya.
“Kalau nanti saya harus ganti rugi, biarkan pengadilan yang memutuskan. Saya lakukan ini karena ingin normalisasi irigasi untuk kepentingan banyak orang,” tegasnya lagi.
Cecep melanjutkan, langkah berani UPTD PSDA WS Citanduy ini diambil demi memastikan kelancaran aliran irigasi yang selama ini terganggu.
“Karena berdampak pada sektor pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan