BOGOR, MNP – Tender Proyek Strategis Kabupaten Bogor Tahun 2026 kini memasuki masa sanggah, itu setelah penetapan pemenangnya. Di tengah proses tersebut, muncul pertanyaan publik mengenai sisi urgensi dan manfaatnya bagi khalayak (masyarakat) secara luas.
Tender Pembangunan dari Creative Hub-Siliwangi Center, senilai Rp 29,4 M di Kabupaten Bogor kini telah berujung pada penetapan pemenang dan memasuki masa sanggah.
Berdasar datanya yang ditayangkan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bogor, proyek di bawah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kab. Bogor tersebut, jadi salah satu Pekerjaan Strategis Daerah, Tahun Anggaran 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data LPSE menunjukkan, pemenang tender telah ditetapkan, dengan nilai Hasil Negosiasi sekitar Rp 28,83 Miliar. Dan secara administratif proses lelang tender proyeknya tersebut, merupakan bagian dalam tahapan untuk Pengadaan Barang – Jasa Pemerintah sebelum memasuki tahap kontrak serta pelaksanaan pekerjaannya.
Di luar proses pengadaan nya yang sedang berjalan, proyek tersebut memuncul kan bahan diskusi publik di ruang diskusi. Mengenai posisi dan urgensinya tadi dalam draft skala prioritas Pembangunan Kabupaten Bogor. Pembangunan dari Creative Hub 2926, prinsip dasarnya merupakan satu gagasan yang bertujuan positif.
Fasilitas tersebut dirancang mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif, guna menyediakan ruang kolaborasi bagi para pegiat komunitas, pelaku – pelaku usaha kreatif, para generasi muda dan sektor Usaha Mikro dan Kecilnya, yang memerlukan wadah untuk berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor Ekonomi Kreatif memang menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian lebih dari pemerintah, karena dinilai dapat menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing antar daerah.
Karena itu, tak berlebihan jika PemKab Bogor terus berupaya, menghadirkan fasilitas yang mendukung pertumbuhan Ekosistem Ekonomi Kreatif.
Terlebih lagi, Kab. Bogor memiliki jumlah penduduk lumayan banyak, komunitas kreatif nya pun terus berkembang dengan potensi ekonomi nya yang cukup beragam.
Namun demikian, sebagai proyek yang menggunakan APBD dengan nilai hampir Rp 30 M, masyarakatnya tentu berhak mengetahui secara lebih luas, manfaat baik yang akan dihasilkan di pembangunan tersebut.
Pertanyaan yang muncul bukan lagi tentang proses tendernya, maupun pihak perusahaan apa yang jadi pemenangnya, melainkan tentang dampaknya, yang akan dirasakan oleh warga masyarakat, pasca proyek Creative Hub 2026 berdiri dan beroperasi penuh.
Apakah fasilitas tersebut benar-benar akan menjadi pusat pengembangan bagi ekonomi kreatif, yang akan mampu menjangkau unsur masyarakat, dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor ini?
Apakah pelaku usaha kreatif tingkat kecamatan, di wilayah pinggiran dapat peluang serta kesempatan yang sepadan, mengakses dan memanfaatkan segala fasilitasnya tersebut? Dan sejauh mana keberadaan nya tadi akan memberikan kontribusi nyata, terhadap peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya ?
Pertanyaan tersebut tadi, menjadi semakin relevan, mengingat pembangunan Gedung Creative Hub 2026 itu tercantum dalam daftar Pekerjaan Strategis Daerah Kab. Bogor Tahun 2026.
Statusnya tersebut jelas menunjukkan, bahwa PemKab Bogor menempat kan proyeknya ini, sebagai agenda pembangunannya yang dianggap penting.
Di sisi lainnya, Kab. Bogor merupakan daerah pemilik wilayah yang luas, dengan kebutuhan pembangunan yang beragam.
Selain dari pengembangan ekonomi kreatifnya, masyarakatnya juga meletakkan harapannya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta berbagai program pemberdayaan pada ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah nya, sesuai kearifan lokal hingga kultur wilayahnya.
Karenanya, telah kembali muncul pertanyaan yang wajar, perihal bagaimana proyek Creative Hub 2026 tersebut ditempatkannya, dalam kerangka landasan besar pembangunan, bagi seluruh pelosok di daerah.
Apakah manfaatnya akan menjangkau masyarakat secara luas, ataukah lebih banyak dirasakan gelintir kelompok tertentu, yang memiliki akses lebih dekat ke pusat kegiatan ekonomi kreatif tersebut ?
Di dalam konteks prioritas pembangunan daerahnya, pertanyaan diatas tersebut tidak seharusnya dipahami sebagai bentuk penolakan terhadap proyek tersebut.
Sebaliknya, itu merupakan bagian pengawasan publik Kita terhadap penggunaan anggaran daerahnya, agar di setiap realisasi program pembangunan daerahnya, dapat dipahami apa tujuan dan manfaatnya.
PemKab. Bogor, tentu punya kajian dan pertimbangan matang dalam menetapkan, proyek Creative Hub 2026 sebagai salah satu proyek strategis daerahnya.
Tetapi semakin besar nilai proyek yang dibiayai APBD, makin besar pula harapan dari warga masyarakatnya terhadap hak Keterbukaan Informasi Publik mengenai target proyeknya, manfaat proyeknya hingga indikator keberhasilan proyeknya itu sejak awal hingga selesai.
Akhirnya, keberhasilan dari sebuah proyek publik, tidak hanya diukur dari rampung (selesainya pembangunan fisik : red). Keberhasilan sesungguhnya, itu terletak pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakatnya, ketika proyeknya tersebut beroperasi. Creative Hub dapat menjadi salah satu simbol kemajuan ekonomi kreatif Kabupaten Bogor di masa mendatang.
Lebih dari itu, masyarakat pun berharap fasilitasnya, yang dibangunkan dengan Anggaran Publik tersebut, menghadirkan manfaat nyata, yang berkelanjutan dan dapat dirasakan luas oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.
Sebab pada akhirnya nanti, hasil pembangunan akan selalu dinilai bukan dari besarnya anggaran itu dibelanjakan, tapi sejauh mana manfaat nya itu, mampu menjawab kebutuhan masyarakatnya, dan berkontribusi terhadap kemajuan daerah secara merata.
![]()
Penulis : Asep Didi/Tim
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan