Bogor, MNP – Sebuah Toko Agen penjual beras bernama Toko Beras Arrozaq, di Gang Masjid RT/RW : 01/002 Desa Neglasari Kec. Dramaga Kab. Bogor, dikabarkan dibobol kawanan perampok.
Menurut keterangan warga tampak ada 3 orang pelaku dengan keadaan masih sepi, hanya ada seorang Ibu pedagang Nasi Uduk yang memang tak jauh dari lokasi tersebut.
Tapi, karena diduga takut, pedagang tersebut tak mampu berbuat banyak ketika melihat kejadian itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan pemilik Toko Beras, Atin, juga warga di sekitar, kejadian diperkirakan sekira pukul 03.00 dini hari (Sabtu, 21/9/2024)
Pemilik Toko Beras itu, Atin, memang tinggal agak jauh dari lokasi tokonya yakni di Kp. Semper RT/RW : 05/006 Desa Neglasari – Dramaga.
Ketika ditemui MNP, sang pemilik toko tampak masih syok. Namun tetap bisa menjelaskan apa yang ditanyakan wartawan, seputar kejadian yang telah dialaminya.
Menurutnya, sebagaimana yang diuraikan awal diatas, kurang lebihnya seperti itu.
Adapun barang dagangan di toko berasnya yang digasak kawanan perampok, berupa 6 Tabung Gas LPG 3 kg dan Beras ukuran 5 Kg sebanyak 15 Zack, 2 Karung Beras ber ukuran 50 Kg dan 25 Kg lagi berupa Beras Ketan Putih.
“Total kerugiannya ditaksir mencapai hampir 4 Juta Rupiah (tepatnya Rp. 3.780.000,- dari kesemua barang dagangannya, yang diambil para Perampok,” jelas Atin.
Dirinya mengaku sudah lapor ke pengurus setempatnya, yakni ke Ketua RT/RW serta ke Bhabinsa Neglasari, dari Koramil Kec. Dramaga, yang kebetulan tengah piket juga patroli.
Atin sekarang tengah menunggu kabar hasil rapat koordinasi para penerima laporan itu di Balai Desa Neglasari, untuk mengetahui tindak lanjutnya serta solusi terbaik baginya.
Ketika MNP mencoba menanyakan hal tersebut, kepada Ketua RW 002 juga Bhabinsa dan Kepala Desa Neglasari, via komunikasi selller Aplikasi WhatsApp ketiganya, didapat jawaban dari Bhabinsa Neglasari, Serka Gaol serta Kadesnya, Yayan Mulyana yang turut mengakui adanya kejadian tersebut di wilayah mereka.
“Iya Pak, ini Kami lagi rapat. Mau Saya singgung dulu ke PemDes tentang kejadian itu. Termasuk menanyakan kembali usulan Saya dahulu perihal Ronda Siskamling ke LinMas, yang dulu sempat dijadwalkan tetapi tak jalan, Pak.” jawa Bhabinsa.
“Sudah menginformasikan ke Keamanan, ke Babinsa dan Binmas. Dan menghimbau untuk mengaktifkan Ronda lagi,” demikian jawaban dari Kades Neglasari.
Terlepas dari apa pun kasus tindak kriminal yang terjadi, siapa pun yang mengalami, siapa pelaku dan apa motif pelakunya, berapa pun nilai kerugian material yang ada, kalau sudah terlanjur terjadi itu bukan antisipatif tapi reaktif namanya.
Ibarat pepatah, sudah terlanjur basah kuyup baru mencari kan Payung, padahal yang benar adalah sedia payung sebelum kita kehujanan.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan