Tasikmalaya Terbanyak Lansia Tinggal se-Indonesia 

Minggu, 29 Mei 2022 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Tasikmalaya – Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini, menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-26 di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (29/5/2022).

Ia menjelaskan, bahwa alasan penentuan lokasi HLUN dilaksanakan di Tasikmalaya, karena berdasarkan data banyak terdapat lansia tunggal (lansia yang hidup sendirian).

“Di Indonesia, lansia yang hidup sendirian terbanyak ada di Kabupaten Tasikmalaya. Tercatat di Kabupaten Tasikmalaya ada sekitar 28.000 lansia tunggal,” jelasnya saat pidato HLUN ke-26, di halaman RSUD SMC, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (29/5/2022).

Lebih lanjut Risma menambahkan, bahwa lansia tunggal tersebut tersebar di 39 kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Umumnya, keluarga menelantarkan lansia tersebut.

Oleh karena itu, dalam peringatan HLUN tahun ini, pemerintah mengambil tema Lansia Sehat, Indonesia Kuat.

Menurutnya, diangkatnya tema tersebut berdasarkan fakta bahwa populasi lansia di Indonesia cukup besar.

Merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, terdapat 29,3 juta penduduk lansia atau 10,82 persen total populasi di Indonesia.

“Sehingga, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) ingin memberi perhatian lebih,” kata Mensos RI.

Dalam acara tersebut, Tri Rismaharini menyerahkan bantuan berbentuk renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) kepada lansia.

“Kemensos juga menyalurkan 355 bantuan Rutilahu kepada para lansia di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya yang hidup sendiri,” ucapnya.

Risma menuturkan, bahwa sebanyak 43,29 persen lansia berasal dari rumah tangga, dengan kelompok pengeluaran 40 persen terbawah.

Menurutnya, hal ini yang menjadi landasan bagi negara, untuk memberikan perhatian lebih kepada lansia.

Salah satu bentuk perhatian serius dari negara terhadap lansia, katanya, yaitu diterbitkannya Perpres Nomor 88 Tahun 2021. Perpres tersebut tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan.

“Jadi, Peraturan Presiden ini merupakan salah satu regulasi untuk mengatur perihal kelanjutusiaan. Dalam Perpres itu, tertuang hak-hak lansia atau seseorang yang telah berusia 60 tahun ke atas,” tuturnya.

Selain memberikan bantuan, Mensos RI dalam peringatan HLUN, juga memberikan penghargaan dan akreditasi kepada para pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Kemudian membuka dan meresmikan Posyandu Lansia.

Kemudian, bantuan alat bantu aksesibilitas untuk lansia. Termasuk menyerahkan bantuan kepada Bupati Tasikmalaya berupa mikroskop dan mobil sampah.

Adapun rincian data rekapitulasi bantuan sosial (bansos) dalam peringatan HLUN 2022 di Tasikmalaya, yaitu Bansos PKH sebanyak 33.471. Bansos Keserasian Sosial di dua kecamatan. Bantuan kearifan lokal di 15 kecamatan, dan bansos lumbung sosial di 4 lokasi.

Kemudian, Rutilahu lansia 355 rumah, bansos masker, hand sanitizer dan perlengkapan ibadah sebanyak 2.000. Lalu, 2.963 alat bantu dengar, 659 kacamata, 143 kruk, kursi roda standar sebanyak 806, dan 36 kursi roda adaptif.

Selanjutnya, bantuan Walker sebanyak 50, Tripot berjumlah 63, bantuan sembako lansia sebanyak 13.309. Bantuan sandang 14.246, bantuan nutrisi 18.791, bantuan obat-obatan 4.527. Bantuan kewirausahaan 445, bansos masker, hand sanitizer dan perlengkapan ibadah 2.000. Dengan jumlah total bantuan sosial nya 26.958.320.000.

Dalam peringatan HLUN 2022, Mensos RI juga menyapa lansia dalam sambungan video jarak jauh di 39 kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. (02)

Loading

Berita Terkait

Wujudkan”Panyingkiran Bersinar”, Kelurahan Panyingkiran Optimalkan Bank Sampah Lewat Aksi Jumsih
Dugaan Konflik Kepentingan Kasus Mesin Mobil Dinsos, Tatang Toke: Jangan Ada yang Dilindungi 
Keburu Terciduk Polres Garut, Ratusan Paket Sabu Gagal Beredar
Kasus Dugaan Pelecehan Tukang Bakso: Kuasa Hukum Korban Bantah Isu Penculikan Terlapor 
Menelusuri Jejak PBBKB Bartim: Transparansi Pajak BBM Dipertanyakan, Warga Bartim Angkat Suara
Ukur Capaian Kompetensi, 67 Peserta Ikuti Sumatif Paket C di PKBM Insan Madani
Panitia Resmi Terbentuk, Sulang Silima Marga Manik Pergetteng Getteng Sengkut Siap Gelar MUBES ke – 10 
Sosok Polisi Pakpak Bharat Aiptu Widodo, Donor Darah Usai Puasa demi Nyawa Pasien

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:53 WIB

Wujudkan”Panyingkiran Bersinar”, Kelurahan Panyingkiran Optimalkan Bank Sampah Lewat Aksi Jumsih

Jumat, 24 April 2026 - 13:19 WIB

Dugaan Konflik Kepentingan Kasus Mesin Mobil Dinsos, Tatang Toke: Jangan Ada yang Dilindungi 

Jumat, 24 April 2026 - 13:07 WIB

Keburu Terciduk Polres Garut, Ratusan Paket Sabu Gagal Beredar

Jumat, 24 April 2026 - 12:54 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Tukang Bakso: Kuasa Hukum Korban Bantah Isu Penculikan Terlapor 

Jumat, 24 April 2026 - 11:55 WIB

Menelusuri Jejak PBBKB Bartim: Transparansi Pajak BBM Dipertanyakan, Warga Bartim Angkat Suara

Berita Terbaru

Berita terbaru

Keburu Terciduk Polres Garut, Ratusan Paket Sabu Gagal Beredar

Jumat, 24 Apr 2026 - 13:07 WIB