Tabrakan di Jalan Nasional, Ampah – Tamiang Layang: Warga Barito Timur Desak Perbaikan Jalan

Kamis, 18 September 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah Daihatsu Xenia, Nopol DA 1445 PE dan truk dengan Nopol DA 8168 PE terjadi di RT 02 Desa Kupang Baru, Kamis dini hari, 18 September 2025.

Peristiwa ini kembali memicu keresahan warga serta memperkuat desakan agar pemerintah segera memperbaiki jalan nasional Ampah–Tamiang Layang yang kondisinya semakin membahayakan pengguna jalan.

Kepala Desa Kupang Baru, Iko Hartono, menyebut kecelakaan bermula saat Xenia yang melaju dari Ampah menuju Tamiang Layang diduga pecah ban.

Kondisi jalan yang sempit, berlubang, dan licin akibat hujan membuat kendaraan hilang kendali hingga bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan.

“Menurut saksi, mobil Xenia itu pecah ban, mungkin juga karena jalan yang sempit dan rusak parah. Kiri kanan jalan dalam sekali, jadi kalau ban jatuh ke sisi jalan bisa langsung terbalik,” ujar Iko saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, kecelakaan terjadi dalam kondisi malam hari dan hujan gerimis yang membatasi jarak pandang.

Empat orang dilaporkan menjadi korban, satu diantaranya mengalami patah tulang karena terjepit.

Sementara tiga lainnya luka-luka. Seluruh korban telah dibawa ke RSUD Tamiang Layang untuk mendapatkan perawatan medis.

Iko menegaskan bahwa kerusakan jalan di wilayahnya sudah lama dikeluhkan masyarakat. Bagian yang paling rawan berada di depan pemakaman Kristen Kupang Baru, di mana badan jalan semakin menyempit akibat tanah terkikis aliran air.

 

“Kalau ada kendaraan besar, apalagi alat berat, sering macet di sana karena jalannya terlalu sempit,” jelasnya.

 

Atas kondisi tersebut, Iko mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Tengah segera turun tangan melakukan perbaikan.

Ia menekankan pentingnya penanganan cepat agar tidak terus menelan korban jiwa maupun kerugian materi.

“Kami mohon perhatian serius dari pemerintah. Ruas jalan ini sangat vital, tapi kondisinya justru sering menelan korban,” tegasnya.

Hingga berita diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Satlantas Polres Barito Timur terkait penyebab pasti kecelakaan serta kondisi terkini para korban.

Loading

Penulis : Adi Suseno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pernikahan Massal Katolik di Ampah: 14 Pasangan Resmi Terikat Sakramen Perkawinan
Eksotisme Galunggung Memikat Ratusan Peserta Fun Trekking ‘Explore Nature Feel The Energy’
Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK
PKN Enrekang Bongkar Dugaan Pungli: Jalan Provinsi Jadi Ladang Parkir Liar Pemkab
Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota
BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:10 WIB

Pernikahan Massal Katolik di Ampah: 14 Pasangan Resmi Terikat Sakramen Perkawinan

Minggu, 19 April 2026 - 16:56 WIB

Eksotisme Galunggung Memikat Ratusan Peserta Fun Trekking ‘Explore Nature Feel The Energy’

Minggu, 19 April 2026 - 15:33 WIB

Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK

Minggu, 19 April 2026 - 15:03 WIB

PKN Enrekang Bongkar Dugaan Pungli: Jalan Provinsi Jadi Ladang Parkir Liar Pemkab

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

Berita Terbaru

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Asep Rahmat

Berita terbaru

Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK

Minggu, 19 Apr 2026 - 15:33 WIB