Tasikmalaya, MNP – Yayasan Peradaban Demokrasi Indonesia (Padi) kembali menggelar seruan aksi terkait dengan bahaya banjir dari sungai Cimulu dan Ciloseh, Minggu (14/05).
Iwan selaku Ketua Padi mengatakan, aksi ini tindak lanjut yang kemarin, persoalan masalah pemberitahuan terhadap pemerintah terkait, urusan bahaya banjir sungai Cimulu dan Ciloseh.
Dia menyebut, untuk masalah tanggungjawab PSDA Provinsi itu kemarin sudah diadakan pertemuan dengan warga diwakili Forum Panglayungan, di mana udah clear.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada harapan baru ke warga bahwa Cimulu-Ciloseh ini akan dikeruk pada bulan September oleh pemerintah provinsi Jawa Barat melalui PSDA Provinsi Jabar, itu sebagian dari janji Wakil Gubernur waktu survey ke sini,” ujar Iwan.
Dirinya mengatakan, bahwa aksi dengan keterkaitan yang sama, tetapi persoalannya berbeda, karena kemarin Padi berdiskusi dengan pihak PSDA Provinsi Jabar.
Menurut Iwan, ada hal yang baru ditemukan dan baru disadari ternyata sumber banjir itu ada di hulu, di mana Cimulu, Ciloseh ini bermuara ke Galunggung.
“Sementara di satu sisi, Galunggung ini sudah hampir punah oleh galian yang menyebabkan air ini tidak bisa terkendali karena penghijauan sudah habis,” terang Iwan.
Dia berharap berharap untuk masalah tersebut ada tanggapan baru dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhutani.
“Agar semua cek ke lokasi Gunung Galunggung bagaimana rusaknya terus apa dampaknya ke hilir, sehingga warga yang di hilir ini untuk hari ini masih was was,” kata Iwan.
Artinya lanjut dia, berapapun triliun anggaran yang dihabiskan dalam satu tahun oleh pemerintah provinsi atau kementerian PUPR, kalau hulunya tidak dibenahi ini tetap percuma.
“Tetapi untuk sementara waktu ini ketika ada harapan baru dari PSDA Provinsi akan dikeruk minimal ada ketenangan buat warga,” imbuhnya.
Padi mengucapkan terima kasih Wakil Gubernur sudah tanggap bagaimana menenangkan warga secara psikologi, terus bagaimana mewujudkan janjinya merealisasikan untuk pengerukan sungai Cimulu dan Ciloseh.
Padi juga sudah melakukan pengecekan terkait kedalaman sungai, ternyata kedalaman saat cuma setengah meter yang dulunya 5 meter, dan pendangkalan tersebut diduga oleh pasir yang terbawa arus air.
Padi meminta BBWS datang ke warga berdiskusi, bagaimana solusi mencegah penambang penambang yang ada di Galunggung yang tidak berfikir akibat tambangannya mengakibatkan banjir datang ke hilir begitu besar.
“Jadi kita tunggu BBWS sama Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan bagaimana mereka membangun sebuah solusi agar sungai ini tidak rusak dan gunung pun tidak cepat punah,” pinta Iwan.
Di tempat sama Ade Candra (Kang Ade, red) Sekjen Forum Panglayungan Bersatu mengatakan, pihaknya atas nama warga Panglayungan sangat berterima kasih kepada Padi yang memperhatikan juga peduli terhadap kondisi sungai Cimulu dan Ciloseh.
“Kami sangat berterimakasih kepada PADI yang selama ini terus terusan menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kait dengan kondisi sungai Cimulu dan Ciloseh,” pungkas Ade. (Lex)
![]()









Tinggalkan Balasan